Berita

DPR RI Nyatakan Tidak Tahu - Menahu Soal " Otsus Plus "

Yorrys Raweyai dan Agustina Basik Basik (Jubi/Musa)
Jayapura – Aneh, hingga kini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tidak tahu menahu soal RUU Pemerintah Papua yang baru saja di evaluasi kemudian akan dirong menjadi Otsus Plus. Dewan penyambung lidah rakyat ini menanyakan model perubahan  itu. 


Agustina Basik-basik anggota komisi II DPR RI mempertanyakan model otsus plus. “Otsus plus itu sebenarnya model apa. Saya ini bingung sebenarnya otsus plus itu modelnya seperti apa. Jadi, tiba-tiba Otsus plus muncul,” kata Basik Basik kepada pers di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (27/7). Lanjut dia, sebenarnya harus ada koreksi tehadap sesuatu termasuk UU Otsus berdasarkan evaluasi. Dengan demikian diketahui kekurangan dan kelebihan.


Dipasal 76 dalam UU Otsus menganjurkan evaluasi dilakukan terhadap Otsus setiap tiga tahun sekali. Namun selama Otsus berlangsung sejak 2004, tidak pernah ada evaluasi. Selain otsus plus, kata Basik Basik, ia juga belum mengetahui RUU tentang Pemerintahan Papua. Dugaan copian RUU dari Aceh, semisal syariat islam yang mash tertera dalam RUU itu, maka dipertanyakan. Pasalnya bakal berdampak bagi kehidupan orang Papua kedepan. RUU Pemerintahan Papua yang bakal melahirkan otsus plus berpeluang konflik. 


Dia menambahkan, bakal menimbulkan konflik, lantaran sebuah UU sama seperti satu kontruksi bangunan, sehingga jika satu bagian dari bagunan itu diambil maka ada keganjalan. Dengan demikian harus ada evaluasi sebelumnya. Harus ada kesepakatan bersama. Dia menilai, RUU tersebut diduga rancangan pusat dan kemudian dibicarakan dalam sebuah pertemuan yang baru saja berlangsung hanya sebagai formalitas belaka. 


Anggota komisi I DPR RI, Yorrys Raweyai khawatir otsus plus merupakan bagian dari pemeliharaan konflik di Papua. Pasalnya, tak ada evaluasi yang dilakukan, tiba-tiba muncul otsus plus. Bagi dia, Otsus harus dievaluasi sebelum ganti nama. (Jubi/Musa)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.