Berita

Polisi Buru Tiga Pelaku Konflik Di Elekma

Pembahasan rencana perdamaian
kasus Elekma di Wamena beberapa waktu lalu. (JUBI/Islami)
Wamena – Kapolres Jayawijaya, AKBP Johnny Eddizon Isir menegaskan, hingga kini aparat kepolisian masih melakukan pencarian dan pemburuan terhadap tiga tersangka konflik antar kelompok massa di Kampung Elekma, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya. 


Diakui Kapolres, ketiga tersangka ini sedang dalam upaya paksa untuk dilakukan penangkapan oleh aparat kepolisian, dimana ketiganya dianggap sebagai otak kasus pembunuhan yang menjadi pemicu terjadinya perang antar kelompok di Elekma. 



“Saat ini Kasat Reskrim Polres Jayawijaya berada di Jayapura dan diback up oleh tim Polda Papua untuk mengejar tiga orang ini, namun inisial ketiganya belum bias disebutkan demi proses pencarian,” ucap Kapolres Isir kepada wartawan di Wamena, Senin (24/6). 



Dijelaskan, hingga saat ini situasi Kampung Elekma maupun Kabupaten Nduga sendiri mulai berangsur kondusif. Hanya saja saat ini unsur–unsur pemerintahan tidak ada di ibu kota kabupaten, sehingga mengakibatkan masyarakat tidak bisa terlayani. 



Untuk menormalisasikan keadaan di Nduga. Telah dibentuk tim 10 yang diketuai Kapolres Jayawijaya dan Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Yusuf Sampetoding sebagai wakil. 



Dimana, kerja tim 10 yang baru terbentuk pekan lalu ini, sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan berbagai pihak di Kabupaten Nduga, baik pemerintah, legislative maupun masyarakat.




“Sejak hari Sabtu pekan lalu tim 10 sudah merumuskan kira–kira isunya dimana, sehingga disusun untuk jangka pendek akan menormalisasi situasi di Elekma, karena kelompok yang bertikai ini berperang di Kampung Elekma yang masuk dalam wilayah Kabupaten Jayawijaya. Sedangkan untuk program jangka panjangnya adalah normalisasi antara pihak DPRD Nduga sebagai legislatif dan pemerintah sebagai eksekutif,” terangnya. 



“Sedangkan untuk proses hukum pidananya, akan tetap berjalan dan tidak akan diganggu gugat,” tambah Kapolres. Sementara menurut jadwal perdamaian sekaligus pembayaran kompensasi kepada keluarga korban di Elekma akan dilakukan akhir pekan lalu, namun harus batal karena salah satu pihak tidak menghadiri pertemuan yang digelar, Jumat (21/6). 



Meski begitu, Bupati Kabupaten Nduga, Yarius Gwijangge tetap berharap perdamaian antara dua saudara yang bertikai selama ini dan telah memakan korban jiwa harus segera dilakukan. “Kami akan rapatkan bersama seluruh unsur baik itu keamanan, legislatif maupun lainnya untuk kembali membicarakan langkah perdamaian sekaligus dengan pembayaran kompensasi korban,” ungkap Bupati. (Jubi/Islami)

About WP News

Powered by Blogger.