Berita

Persentase Kelulusan Di Merauke Menggembirakan

Bupati Merauke Romanus Mbraka tatap muka dengan
dinas pendidikan. (Jubi/Ans)
Merauke - Prosentase kelulusan tahun ini mulai dari tingkat SD, SMP hingga SAM/SMK di Kabupaten Merauke, sangat menggembirakan. Khusus di tingkat SD dengan jumlah mencapai 202 sekolah, anak-anak dinyatakan lulus 100 persen. Sedangkan SMP adalah  97 persen dan SMA/SMK 94 persen. Sehingga kualitas anak didik di daerah ini, tak diragukan lagi dan mereka mampu bersaing dengan sekolah lain di luar daerah. 


Demikian disampaikan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka  saat ditemui tabloidjubi.com usai melakukan pertemuan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke bersama stafnya, Kamis (13/6). Dikatakan, banyak orang sangat pesimis dengan  prosentasi kelulusan tahun ini. Namun, semua dapat dibuktikan oleh dinas serta para guru yang bertugas di kampung-kampung terpencil. 



“Saya atas nama pemerintah, mengucapkan banyak terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Vincentius Mekiuw bersama stafnya dan juga yang terkasih para guru. Mereka telah menunjukkan jati diri dengan mengabdikan diri dengan baik kepada anak didik terutama di kampung-kampung terpencil,” katanya. 



Ketika disinggung jika kegiatan belajar mengajar di kampung hampir tidak berjalan baik, Bupati  Merauke mengakuinya. Hanya saja, tidak semua guru meninggalkan tugasnya. Masih ada satu atau dua orang serta guru-guru relawan, menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana biasa di depan kelas demi anak didik.




Diakui jika pasti ada kekurangan disana sini. Tetapi tentunya akan dilakukan pembenahan secara perlahan. Ingat bahwa, kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Jadi, wajar saja jika kalau masih ada yang kurang dan tentunya pemerintah akan terus memperbaiki. “Kita tidak mungkin membiarkan begitu saja permasalahan pendidikan yang terjadi di tingkat kampung,” tuturnya. 



Dalam kesempatan  tersebut, Bupati Merauke juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama orangtua yang selalu mengingatkan anak-anak untuk tidak melakukan aksi corat coret pakaian. “Saya tidak pernah mendengar laporan jika anak-anak melakukan aksi corat coret pakaian sebagai ungkapan kegembiraan kelulusan,” katanya. 



Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Vincentius Mekiuw menambahkan, prosentasi kelulusan  anak didik mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK adalah hasil kerja keras mereka, setelah dididik oleh para gurunya. “Saya juga akui jika masih ada kekurangan guru di setiap kampung. Tetapi bahwa, tidak semuanya pergi begitu saja. Masih ada yang mempunyai hati untuk bekerja demi anak-anak,” tuturnya. (Jubi/Ans)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.