Berita

Jumlah Pasien Demam Berdarah Berangsur - Angsur Kurang

Pasien di Lorong UGD (Jubi/Ans)
Merauke – Meledaknya jumlah pasien demam berdarah mulai pertengahan Bulan Mei hingga awal Mei dengan jumlah mencapai ratusan orang, kini berangsur-angsur sudah mulai berkurang. Jumlah yang datang di Unit Gawat Darurat (UGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, mengalami penurunan. 


Hal itu disampaikan Direktur RSUD Merauke, Adolf Bolang ketika ditemui tabloidjubi.com di kediaman Bupati Merauke, Jumat (14/6). Menurut dia, selain ruangan UGD maupun  sejumlah bangsal yang sudah berkurang pasien demam berdarah,  ruangan pertemuan yang digunakan untuk merawat pasien beberapa minggu lalu, akan ditutup kembali. 



“Memang masih terdapat beberapa anak yang dirawat. Tetapi akan dipindahkan ke bangsal anak. Sehingga lebih memudahkan petugas dalam memberikan pelayanan. Jadi, fase puncaknya sudah berakhir, terutama pada awal Bulan Mei 2013. Meski demikian, masih ada beberapa pasien terutama anak-anak yang dihantar orangtua ke UGD untuk menjalani perawatan, lantaran mengalami gejalah panas,” ungkapnya.




Diakui, penurunan mencapai kurang lebih 50 persen. “Ya, tentunya  tidak langsung sekaligus penyakit tersebut hilang. Tetapi berangsur-angsur mulai berkurang dalam beberapa minggu terakhir. Saya telah mengingatkan kepada petugas medis baik dokter maupun perawat agar tetap siap selalu dan melayani pasien yang dibawa ke rumah sakit,” katanya. 



Menyangkut data riil pasien demam berdarah yang dirawat selama beberapa bulan terakhir,  Adolf mengaku, jelasnya bahwa meninggal adalah tujuh orang. Lima diantaranya anak-anak Merauke. Sedangkan dua lain dari kabupaten pemekaran. Sedangkan data keseluruhan, tidak dingat pasti, lantaran sedang ditangan salah seorang staf. 



Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Stef Osok menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima dari rumah sakit, jumlah pasien demam berdarah yang dirawat sudah berkurang. Sebagian besar juga telah kembali ke rumah masing-masing, setelah menjalani perawatan. Namun, masyarakat tetap diminta agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Karena tidak menutup kemungkinan, nyamuk masih terus bersarang dan akan bertelur  sekaligus menyebar kemana-mana. (Jubi/Ans)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.