Adat

Ajarkan Nilai Hidup pada Anak Lewat Cerita Rakyat


Oleh: Yulius K Pekei*)

"Lebih dari sekedar membacakan cerita. Tetapi ajang para orangtua, guru dan anak-anak meluangkan waktu bersama dengan saling menyayangi dan berbagi"-The Washington Pos.
Apa itu cerita rakyat? Siapa anak itu? Bagaiman anak belajar dan diajarkan tentang nilai-nilai hidup melalui cerita rakyat? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi pembahasan pada artikel ini.
Secara teori, cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di suatu kelompok masyarakat tertentu yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi yang mengandung nilai-nilai hidup. 
Cerita rakyat dapat dibagi dalam tiga golongan, yaitu mite, legenda, dan dongeng.Mite adalah cerita yang memunyai latar belakang sejarah, dipercayai oleh masyarakat sebagai cerita yang benar-benar terjadi, dianggap suci, mengandung hal-hal yang ajaib, dan umumnya ditokohi dewa.
Sementara legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Legenda adalah benar-benar terjadi tetapi  tidak dianggap suci, misalnya terjadinya danau, gunung, batu, dan lain-lain.
Lalu dongeng adalah cerita yang tidak dianggap benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dahulu yang aneh-aneh) oleh yang memunyai cerita dan tidak terikat oleh waktu dan tempat.
Anak adalah  usia yang masih diasuh oleh orang tuanya atau masih belum bisa hidup mandiri tanpa orang tua. Atau makna lainya masa usia coba dan coba. Semasa usia ini, anak tersebut sangat peka menyimpan imformasi yang ia dapat. Usia remaja memperbaharui pemahaman yang tersimpan dalam memori anak tersebut.
Maka, bercerita secara lisan ataupun membiasakan diri membaca cerita rakyat pada usia  anak-anak itu sangat penting. Banyak nilai yang akan ia dapatkan di sana. Dan, semua akan tersimpan dengan baik di memorinya. 
Membiasakan Anak dengan Cerita Rakyat
Kita sadari bersama, dunia anak sangat berbeda jauh dengan remaja dan orang dewasa. Tentu dari segi cara berbicara, berpikir, cara berimajinasi dan daya tangkap. Orang dewasa dengan  anak memiliki dunia tersendiri, untuk itu mereka memerlukan perlakuan khusus.
Secara psikologis terbukti bahwa anak-anak memendam bakat religius yang luar biasa. Pengalaman religious mereka dapat pada saat mereka duduk di bangku sekolah dasar akan sangat mempengaruhi perkembangan mereka, (baca:Read-Aliud Handbook, Mencerdaskan  Anak  dengan Membacakan Cerita Sejak Dini oleh Jim Trelease).
Cerita rakyat dapat menjadi medan bagi perkembangan religius hidup mereka. Anak-anak sejak dini harus dibimbing untuk bisa menghayati cerita rakyat yang mengandung  nilai-nilai luhur itu. Pendidikan untuk anak-anak bertujuan agar tingkah laku dan cara hidup anak makin lama makin sesuai dengan amanat-amanat leluhurnya. Mereka dapat nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan kematanggan  pertumbuhan kedewasaan sejak dini.
Sesuai dengan taraf pertumbuhan, anak-anak memang dibimbing untuk dapat menghayati hal-hal ilahi pada umumnya. Namun, secara dituntun pula untuk bisa mengalami nilai-nilai manusiawi yang terdapat dalam cerita rakyat. Cerita rakyat dapat ditemukan banyak nilai seperti kebersamaan, keramahan, kemampuan untuk meminta ampun, ungkapan rasa terimakasih, persahabatan. Maka dengan itu amanat-amanat itu perlu dikenangkan kepada anak-anak kita agarlebih terbuka untuk menankap nilai-nilai budaya.
Perlu pendampingan dari orang tua kepada masing-masing anak.  Orang dewasa dan saudaranya  yang lain dapat membantu orangtua dan guru untuk memberikan pendidikan nilai budaya kepada anaknya dan anak didik. Sejak dini anak sudah diajari bercerita bersama selain bercerita dengan temanya.
Peran orangtua dan guru adalah mendampingi anak untuk mengenal setiap unsur yang tampil dalam cerita rakyat. Pendampingan langsung pada waktu bercerita itu kiranya dapat efektif. Kesempatan lain dapat dimanfaatkan adalah melalui pelajaran bahasa Indonesia dan mata pelajaran muatan lokal. Untuk menjadi orangtua  dan guru sangatlah mudah  yang kita bayang-bayangkan tetapi meluangkan waktu dengan anak sangatlah sulit.
Penyampaian cerita rakyat bersama anak memerlukan peratian dan tenaga ekstra. Hal yang menyita peratian itu sudah terjadi dalam persiapanya. Di sini peran orangtua sangat penting. Anak-anak biasanya akan menuruti  saja konsep atau gagasan yang dikatakan para pembinanya atau orangtuanya.
Kepercayaan alami ini merupakan modal dasar  bagi pembina untuk sungguh-sungguh mencurakan hati bagi terlaksananya cerita rakyat bersama anak. Pertama-tama kita sebagai orang tua harus mencintai anak-anak, dekat dengan anak, cukup kreatif, sabar linca, syukur syukur bisa bercerita. 
Lain hal yang kita bisa tempuh yakni anak diberi kesempatan atau kebebasan bermain dengan temanya, namun kita orang tua memantau dari jauh apa yang dilakukan oleh anak kita. Peran atau tugas khusus juga diberi kesempatan kepada anak untuk bercerita, cerita yang ia sukai. Jika semua diceritakan keseluruhanya kepada orang tua saja, anak tersebut itu ia merasa dilupakan, sehingga bisa-bisa anak tersebut tertidur. Maka, anak harus diberikan kesempatan untuk mengungkapkan kembali.
Tujuan Cerita Khusus Anak
Tujuan cerita khusus anak adalah untuk membantu anak-anak agar dapat mengikuti alur cerita dengan baik, khususnya yang sedang diceritakan pada saat itu. Maka dengan itu perluh dilatih pada saat ada kesempatan yang baik agar nantinya anak terbiasa untuk menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Resep Cerita Khusus Anak
Cerita khusus anak-anak diceritakan sesuai dengan alam pemikiran anak-anak. Jangan sekali menceriterakan cerita yang sama sekali baru, yang terlalu menyimpan dari  cerita lingkunganya. Cerita harus bersumber dari apa pun yang ada di sekelilingnya.
Semua orangtua selalu dianugrahi bakat atau kemampuan untuk bisa dekat dengan anak-anak, bahkan bercerita menarik dihadapan anak. Namun dengan segala keterbatasan dan kelebihanya orang tua selalu berupaya untuk dapat bercerita kepada anak dengan sebaik mungkin.
Hendaknya orangtua dan guru juga harus cerdik untuk memilih waktu yang cocok dengan keadaan anak, sehingga mereka sungguh-sungguh terbuka untuk mendengakan cerita rakyat. Biasanya waktu yang cukup tepat adalah pada saat sore hari, ketika anak masih segar, atau sebelum mengantuk.
Hal yang Didapat AnakMelalui Cerita
Hal-ahal apakah yang dipelajari anak melalui cerita rakyat? Hal-hal yang dipelajari anak melalui cerita rakyat adalah:
Satu, melalui cerita rakyat, anak belajar untuk menerima, mengespresikan, dan
menguasai perasaan individu secara positif dan terbuka.

Dua, melalui cerita rakyat,  anak belajar tentang diri individual, misalnya belajar
meyakini pandangan sendiri yang membuat anak termotivasi untuk menguasai dan
mengembangkan jati diri, kepercayaan diri, ketenanggan diri dan harga diri.
Tiga, melalui cerita rakyat, anak belajar tingkahlaku sosial, seperti: pergiliran bicara, pergaulan, bekerja sama, berbagi pengalaman saling membantu, mencintai alam dan lingkungan sekitarnya.
Empat, melalui cerita rakyat, anak belajar mengembangkan ketrampilan berbicara, berbahasa, berimajinasi dan gampang mengembangkan kosa kata.
Lima, melalui cerita rakyat, anak belajar untuk mengungkapkan ide dan prasaan secara verbal dengan bahasa singkat, padat, jelas hingga menyimak tuturan orang lain, memahami latar belakang orang lain, mudah memutuskan suatu rencana kegiatan.
Enam, melalui cerita rakyat, anak belajar menghargai dan mempedulikan orang lain dan juga belajar memilih jalan damai dan saling menjaga satu sama lain.
Yulius K Pekei adalah Mahasiswa Papua. Ia penulis  Buku KEARIFAN LOKAL PAPUA, Ajari Aku Melalui Cerita Rakyat. 


About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.