Aksi

Terkait Hari Bumi, Greenpeace Akan Gelar Aksi

Ilusrasi Aksi Demo ( IST/Jubi )
Jayapura – Terkait peringatan hari bumi yang jatuh pada 22 April, Greenpeace Papua di Jayapura bersama Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) menggandeng tiga kepala Sekolah Dasar (SD) dan muridnya untuk menggelar aksi kebersihan. Aksi itu berlangsung sejak Selasa (22/4) pagi sekitar pukul 8.15 WIT-12.00 WIT.

Koordinator Greenpeace Papua di Jayapura, Charles Tawaru saat menghubungi tabloidjubicom lewat telepon, Selasa (22/4) mengatakan, tiga kepala sekolah dasar yang dilibatkan bersama muridnya masing-masing SD Negeri 2 Abepura, SD Negeri 3 Abepura dan SD YPK Sion di Padangbulan, Abepura. “Tiga SD ini yang terlibat bersama kami tadi dalam aksi kebersihan,” kata Charles.

Menurutnya, start awal dari aksi tersebut dimulai dari lingkaran Abepura dan finish (berakhir) di halaman SD Sion Padangbulan. Dalam aksi, mereka membawa beberapa spanduk yang berisi sejumlah kritikan terhadap lingkungan. Salah satu spanduk yang dibawa tertulis ‘Kitong Tanam Pohon Untuk Kitong Pu Masa Depan.’ Aksi tersebut dikoordinir oleh Greenpeace Papua dan Jaringan Kerja Rakyat. Tak hanya aksi kebersihan, pada kesempatan itu, kepala kepala SD YPK Sion diberi kesempatan untuk menanam satu pohon sebagai simbol penanaman pohon yang bakal digelar. “Dalam aksi, sekitar ratusan lebih siswa dan guru yang terlibat,” ujarnya.

Kata Charles, masih terkait hari bumi, pihaknya bersama tiga kepala sekolah itu dan muridnya akan menanam ratusan pohon pada Jumat (26/4) mendatang. Lokasi penanaman pohon direncanakan berlangsung di belakang kampus  Politeknik Kesehatan (Poltekes) Jayapura di Padangbulan, Abepura. Charles mengatakan aksi itu dilakukan bersama anak-anak sekolah dengan tujuan ada perubahan pola perilaku dari semua pihak terhadap lingkungan. “Diharapkan, dengan aksi ini, ada perubahan dari semua komponen masyarakat,” harapnya.

Tindakan itu juga untuk menjaga keseimbangan lingkungan. “Bumi ini kan rumah kita. Jadi, kalau rusak kita mau tinggal dimana?,” tanya Charles. Selain itu, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungi terhadap hutan yang masih tersisa di Indonesia, lebih khusus di Papua. Pasalnya, hutan Papua adalah hutan tersisa di Indonesia dan dunia setelah Amazone. (Jubi/Musa)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.