BBM

Gara - Gara BBM, Oknum Polisi Tembak Warga Sipil

Ilustrasi Penembakan (google.com/Jubi)
Mimika - Lagi, penembakan diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian terhadap warga. Kali ini diduga  gara-gara bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan, oknum Polisi melepaskan tembakan hingga mengenai korban Elias Jopsorom, asal Kampung Ambisu Distrik Atsj Kabupaten Asmat.

Dari data yang dihimpun tabloidjubi.com, belum diketahui secara pasti apakah korban yang tertembak, meninggal dunia atau belum. Namun dikabarkan korban mengalami penemabakan dari salah seorang polisi yang diduga berinisial H.

Salah satu warga Agats, Norberthus Kamona menjelaskan, berdasarkan laporan dari warga Kampung Atsj, peristiwa tersebut, bermula dari BBM subsidi. Tragedi ini terjadi sekitar hari Minggu (21/4) kemarin di Depan Kantor Polsek Atsj. “Ketika warga sedang antrian BBM subsidi, seorang warga migran langsung protes, agar disesuikan pembelian dan pengisian BBM ke gen pembeli disesuaikan dengan urutan antrian, akan tetapi polisi ini balik protes, kemudian keduanya saling protes. Gara-gara pemuda ini juga tambah protes, akhirnya si polisi ini keluarkan senjata dan menembakinya,” ungkap Norberthus, yang mengutip laporan dari warga masyarakat, Selasa (23/4).

Lanjut Nobertus, berdasarkan laporan warga yang diterima dari kelompok tokoh masyarakat di Agats, dilaporkan peluru timah panas tersebut bersarang dalam tubuh si korban. “Dia kena tembakan di lambung sebelah kiri dan peluruh masih bersarang di dalamnya,” kata Nobertus menirukan laporan kelompok tokoh masyarakat.

Peristiwa ini beredar cepat di Distrik Atsj dan Distrik Agats ibukota Kabupaten Asmat. Tim Kesehatan Asmat tak mengalami keterbatasan dalam mengeluarkan peluru yang bersarang. Sejak korban ditembak, ia dilarikan ke Rumah sakit di Mimika dan belum diketahui identitas pasti si korban dan nasibnya.

Berkaitan dengan penembakan oleh Polisi dan Tentara selama ini di Atsj, menurut warga setempat, juga melaporkan polisi dan tentara Indonesia selama ini mengeluarkan peluru di depan muka masyarakat. Penembakan pertama disebakan karena warga mabuk, kedua karena kayu gaharu akhirnya warga ditembak di Befak (tempat mencari dan mengumpulkan makanan menurut pola masyarakat), dan penembakan secara terang-terangan ketiga adalah, kali ini  gara-gara BBM subsidi.

Kantor Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Asmat yang dihubungi melalui Kasat Intel Polres Asmat, Fanghoi membantah penembakan tersebut. “Itu bukan penembakan tapi ledakan senjata. Masyarakat itu mau mencoba merampas senjata, tapi akhirnya senjata yang ledak. Jadi bukan penembakan, tapi senjata yang meledak akhirnya yang kena ledakan adalah masyarakat,” jelasnya. Lanjut Kasat intel, korban warga tersebut sedang diobati. Sementara tanggungan biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung Kantor Polres Asmat. (Jubi/Eveerth)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.