search tickets in here

Dua Pihak Dijadikan Indikasi Pelaku Penembakan di Papua

Ilustrasi Penembakan (google.com)
Jayapura –  Sejumlah kasus penembakan di Papua yang menelan banyak korban bisa terindikasi pada dua pihak sebagai pelakunya, yaitu diduga pertama kalau bukan TNI/Polri berarti ddugan selanjutnya dari kelompok TPN/OPM.

“Pelaku penembakan mempunyai motif dan tujuan berbeda. Selama ini TPN selalu menyatakan sikap bertanggungjawab jika penembakan dan jelas sasaran mereka siapa. Tapi kalau ada penembakan dan tidak ada pihak yang bertanggung jawab, itu merupakan skenario,” kata Rinto Kogoya, Ketua Aliansi Mahasiswa Papua kepada tabloidjubi.com di Jayapura,  Jumat (5/4).

Tapi, lanjut dia, ketika itu merupakan skenario berarti bermuatan kepentingan. “Yang punya kepentingan dari skenario adalah dugaan  TNI/POLRI dengan tujuan mendapatkan dana operasional karena keterbatasan dana yang dianggarkan pemerintah,” ujar Rinto.

Menurutnya, tidak hanya supaya mendapat kucuran dana dari suatu skenario penembakan, tapi ada target yang diincar dari skenario yaitu menjadi sasaran individu atau kelompok organisasi.

Sejauh ini opini publik menyangkut sejumlah kasus penembakan di Papua ibarat bola liar, sasaran tuduhan kepada TPN/OPM, kalau bukan TNI atau Polri. Tapi kenyataannya tidak melakukan investigasi independen secara mendalam untuk mengungkap pelaku penembakan. Puluhan nyawa jadi korban akibat peristiwa penembakan misterius belakangan ini. “Sekarang butuh keberanian media untuk memberitakan pelaku kasus penembakan sesuai fakta. Media dapat mendukung opini publik,” katanya. (Carol/Jubi)

Sumber : Tabloid Jubi 

Post a Comment

1 Comments

  1. kalau menurut saya jelas hal ini merupakan propaganda dari negara yang mempunyai kepentingan ekonomi di tanah Papua...dalam beberapa tahun terakhir terdapat beberapa peneliti dari negara-negara luar yang sedang melakukan ekspedisi, dan tentu saja mereka merupakan orang yang terlatih secara militer dan profesional..perlu diketahui bahwa TNI/POLRI tidak akan menyerang kelompok yang belum secara jelas memberontak, terkecuali oknum tertentu yang bersedia menerima bayaran..lain halnya dengan OPM, mereka melakukan penyerangan terhadap orang yang dianggap benar-benar telah mengganggu keutuhan persatuan dari masyarakat Papua itu sendiri...sudah saatnya bagi TNI dan OPM untuk melakukan ekspedisi di hutan-hutan Papua untuk menemukan indikasi terkait dengan penyerangan membabibuta yang tidak jelas sasarannya...salam MERDEKA buat kita semua!!!

    ReplyDelete