Berita

Tembak Mati Pendeta, Oknum TNI Divonis 12 Tahun Penjara

Jayapura -- Oknun anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 1711/Boven Digoel Provinsi Papua, Sertu Irfan divonis penjara 12 tahun penjara dikurangi massa tahanan 120 hari, siang tadi, Senin, (11/3) di Auditor Militer, Jayapura Papua.

Sertu Irfan  dinyatakan terbukti bersalah menembak mati pendeta Frederika Metalmeti, pada 21 November 2012 lalu.  

Dalam Sidang Putusan yang dibacakan  Mayor LKH Yuli Wibowo (TNI AL) itu, ia juga dipecat dipecat sebagai anggota TNI.

Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 338 KUHP dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang, dan pasal 335 KUHP tentang penganiayaan, ujar Mayor LKH Yuli Wibowo.

Hakim ketua memberikan kesempatan 7 hari untuk terdakwa dan pembelanya mengajukan keberatan atas putusan tersebut. Jika tidak ada ya itulah hukuman untuk terdakwa.

Sertu Irfan mengatakan, ia tidak menghamili Pendeta Ferederika. Saya mengeluarkan sperma di perut. Jadi, saya tidak percaya kalau saya yang menghamili korban. Dan saya selalu terus menanyakan korban terkait orang yang menghamili korban tetapi tidak mau mengaku akhirnya saya tembak mati,kata dia. 

Sementara almarhum Ferederika mengaku kepada terdakwa kalau  ia dihamili oleh sertu irfan. Karena keberatan  dikatakan demikian, kata Irfan, ia menembak mati Ferederika pada pada 21 November 2012  di jalan Trans Asiki, Boven Digoel, sekitar pukul 04.30 waktu setempat.

Usai putusan, kepada majalahselangkah.com, keluarga almarhum, Anis Jembormase mengungkapkan kekecewaannya atas putusan majelis hakim ini.

Ini tidak adil. Kami besok kembali ke Merauke. Kami keluarga akan bicara untuk mencari jalan lain. Kerana, otak intelektual pembunuhan anak kami belum diungkap dalam persidangan,katanya kecewa.(MS)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.