Berita

Tidak Ada Perhatian, Anak - Anak Repatrian Ingin Kembali Ke PNG


Keerom — Anak-anak repatrian Papua New Guienea (PNG) yang dipulangkan pemerintah Indonesia tahun 2009 lalu, belum sepenuhnyaa merasa menjadi warga negera Republik Indonesia. Mereka lebih merasa sebagai warga PNG. “Masih rasa orang PNG,” kata David Solowob, salah satu anak reptrian PNG yang kini ditempatkan Kwimi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Menurut David, dirinya di saat-saat tertentu mengaku dorongan untuk kembali ke PNG lebih kuat dibanding menetap di Indonesia. “Suatu waktu bisa pulang. Sudah mau pulang tetapi orang tua bilang sabar satu dua tahun lagi,” katanya.

David mengatakan, orang tuanya mengajak mereka bersabar menunggu realisasi janji pemerintah. “Sebab pemerintah janji rumah layak huni, jaminan kesehatan, pendidikan dan pekerjaan. Jadi, jika pemerintah tetap tidak perhatikan, pasti kita pulang,” katanya.

Menurut David, pemerintah Indonesia suka atau tidak suka, warga repatrian ini berjanji akan kembali. “Sebab kami lebih menikmati kehidupan di PNG yang lebih membahagiakan dibanding di Indonesia yang hanya janji-janji dan penderitaan. Di sana kita sekolah bagus, rumah bagus. Saya rasa lebih baik menjadi warga PNG. Para orang tua dan kami anak-anak, lebih tenang menikamti hidup di PNG dibanding di sini. Di PNG, kerja di kantor dinas keuangan, mama bisa jual es buah. Di sini orang tua susah mencari pekerjaan,” katanya.

Kehidupan di PNG, kata David, mereka bisa menikmati pendidikan dengan tenang. “Di sini kita harus putus sekolah karena ingat rumah kosong. Kita ke sekolah tetapi rumah kosong. Kita berhenti membantu orangtua. Jika seperti ini, nasib kami ke depan suram. Kami tak bisa mempersiapkan masa depan hanya karena berfikir kehidupan masa kini. “Kita hanya bisa pikir makan apa sekarang daripada masa depan kami dengan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik,” kata pria kelahiran 12 April 1991 ini. (Jubi/Mawel)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.