Berita

PGI Nilai Penyelesaian Masalah Papua Menemui Kebuntuan

JAKARTA - Masalah kekerasan di Papua menjadi perhatian khusus di sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Kupang, 24-28 Januari lalu.

Sidang tersebut dihadiri 88 pimpinan sinode gereja-gereja anggota PGI, bersama dengan 28 PGI Wilayah dan para mitra, baik dari dalam dan luar negeri.

"Secara khusus sidang MPL juga memberikan perhatian terhadap eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Papua," ujar Ketua Departemen Diakonia PGI Jeirry Sumampow, dalam keterangan persnya bersama dengan Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom di Wisma PGI, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Selasa (5/2).
Jeirry menuturkan, sidang MPL mencatat telah terjadi kebuntuan dalam penyelesaian masalah Papua, karena pihak pemerintah pusat selama ini hanya bersikap monolog.

"Jakarta berbicara sendiri tentang Papua. Papua dibicarakan, didiskusikan, dirapatkan, diseminarkan, dipresentasikan, tetapi pada sisi lain juga didiamkan, dibungkam dan tidak bicara," tukasnya.

Dalam monolog, lanjut Jeirry, Papua bisu tanpa suara, sementara Jakarta berceramah menyampaikan petuah. Alhasil, sambung dia, pembicaraan masalah Papua terkesan adanya komunikasi yang tidak seimbang, yang melahirkan posisi sosial yang tidak setara.

"Jakarta didudukkan pada posisi superior, Papua pada posisi inferior dan mengalami stigmanisasi sebagai separtis," ujar Jeirry. (Ral / Nky)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.