Berita

ENAM RAPERDASI DAN SATU RAPERDASUS SIAP DIUNDANGKAN

Wakil Ketua Baleg DPR Papua, Albert Bolang.
 (Jubi/Arjuna)
Jayapura – Sebanyak enam Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan satu Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) yang digodok Badan Legislasi (Baleg) DPR Papua dan telah diparipurnakan Desember lalu, siap diundangkan.
Wakil Ketua Baleg DPR Papua, Albert Bolang mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsultasi dan proses Raperdasi/Raperdasus tersebut sudah berada di eksekutif untuk diundangkan.
“Saat ini sudah berada di eksekutif dalam hal ini Biro Hukum Provinsi Papua untuk diundangkan dalam lembaran daerah. Nanti berdasarkan perundangannya itu, maka Perdasi dan Perdasus untuk Provinsi Papua ini akan mengikat,” kata Albert Bolang, Jumat (1/2).
Dengan demikian menurutnya, bisa dikatakan tahun 2013 ini ada produk hukum baru dalam Perdasi/Perdasus yang menjadi aturan hukum untuk mengatur beberapa hal yang sudah ada dalam peraturan perundang-undangan.
“Kita harap tahun 2013 ini, kita bisa menuntaskan seluruh apa yang diamantkan UU 21 yakni Perdasi/Perdasus agar sistem pemerintahan kedepan lebih terarah karena mengacu pada aturan-aturan yang dikhususkan. Siapapun nantinya jadi gubernur maka dia tidak lagi dibebankan sistem yang jadi polemik. Namun mengacu pada aturan yang sudah dibuat,” ucapnya.
Adapun enam Raperdasi yang menunggu untuk diundangkan adalah Raperdasi Penyelenggara Ketenaga Kerjaan, Raperdasi Organisasi dan Tata Kerja RS Jiwa Daerah Abepura, Raperdasi Penyelenggaraan Pendidikan, Raperdasi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Raperdasi Perlindungan Penyandang Disabilitas dan Raperdasi Organisasi dan Tata Kerja Sekertariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Papua. Satu Raperdasus yang dianggap layak adalah Raperdasus Pelayanan Pendidikan Bagi Komunitas Adat Daerah Terpencil.
“Jadi kita sedang menunggu proses perundangan di Biro Hukum. Kita harap Biro Hukum segera memberikan penomoran dan diundangan lalu segera disosialisasikan agar menjadi aturan yang mengikat bagi seluruh warga Papua,” tandasnya.
Ia menambahkan, dari 13 Perdasus berdasarkan Otsus, tujuh sudah terbit, lima dalam proses dan satu belum dibuat. Untuk Perdasi ada 18 dimana delapan dalam tahapan proses dan dua belum dibentuk. “Jadi untuk Perdasi/Perdasus masih tiga yang belum ada drafnya. Lima Perdasus dan delapan Perdasi dalam proses,” tutup Bolang. (Jubi/Arjuna) 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.