Berita

Dua Saksi Hadiri Sidang Penembakan Pendeta Frederika

Persidangan Oknum TNI, Sertu Irfan yang menembak mati pendeta wanita, Frederika Metalmeti (38), di Boven Digoel (Foto: Oktovianus Pogau/SP)
Jayapura — Sidang lanjutan penembakan Pdt. Frederika Metalmeti (38), oleh oknum anggota TNI Kodim 1711/Boven Digoel, kembali digelar siang tadi, Senin (11/2/2013) di Mahkamah Militer III-19 Jayapura, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. 

Salah satu saksi yang dihadirkan Oditur Militer, Levinus Manggaprouw (27), anggota Polres Boven Digoel, menjelaskan, saat kejadian ia bersama salah satu anak buahnya sedang di pos jaga di Polsek Komba, yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

“Saya mendengar ada bunyi tembakan sebanyak tiga kali. Kami kemudian mendatangi TKP, dan menemukan mayat pendeta Frederika, dan kemudian kami melaporkan ke Polres Boven Digoel,” ujar Manggaprouw.

Di depan Hakim Ketua Letkolsus Priyo Mustiko (TNI-AU), Hakim Anggota Bambang Wirawan (TNI-AD), dan Hakim Anggota Fentje Ballo (TNI-AL), Manggaprouw juga mengaku tidak begitu mengenal terdakwa maupun korban.

Saksi lainnya, Kepala Distrik Komba, Manyu Warembo (46) menceritakan, saat malam kejadian, sekitar pukul 04.00 WIT, ia telah bangun dan bermaksud ke kamar kecil di belakang rumah, namun ia mendengar teriakan minta tolong sebanyak tiga kali.

“Setelah saya dar kamar kecil, saya masuk ke rumah bangunkan istri dan anak, kemudian kami menggunakan motor menuju TKP, kami kemudian menemukan mayat yang awalnya tidak kami ketahui kalau pendeta wanita Frederika.”

Kemudian, lanjut Komba, ia bersama keluarga kembali ke rumah, dan langsung menelon Polres Boven Digoel untuk melakukan pengecekan di TKP, dan belakangan diketahui kalau korban adalah pendeta Frederika Metalmeti.

Menurut Waremba, rumahnya berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari TKP, sehingga ia dapat mendengar dengan jelas teriakan minta tolong, termasuk bunyi tembakan.

“Namun saya tidak ingat berapa kali bunyi tembakan tersebut karena sedang buru-buru ke rumah untuk bangunkan istri dan anak supaya kami ke TKP,” ujarnya dalam persidangan.

Anis Jembormase, keluarga korban pada kesempatan tersebut berharap proses pesidangan dapat segera dituntaskan, agar keluarga mendapat keadilan atas peristiwa kejahatan kemanusiaan yang dilakukan salah satu oknum anggota TNI.

“Sekarang kami keluarga tidak bisa berbicara banyak karena proses persidangan masih sebatas pemeriksaan saksi, kami sedang menunggu pemeriksaan berkas terdakwa, setelah itu kami akan menentukan langkah apa yang akan diambil jika keadilan bagi keluarga korban tidak ditegakan,” katanya kepada wartawan.

Sebelumnya, saat membacakan berkas tersangka, terdakwa yang juga anggota Intel Kodim 1711/Boven Digoel, dalam keterangannya mengaku menembak korban sebanyak tiga kali, dan melakukan pemukulan ke wajah korban menggunakan ganggang pistol FN 45 miliknya.

Ketika keluarga menemui salah satu petugas Rumah Sakit yang melakukan otopsi terhadap jenazah korban, ditemukan luka tembak, serta luka memar di sekujur tubuh korban.

Ada tiga tembakan, dikepala korban, dada sebelah kiri, lengan sebelah kanan, kemudian ada luka memar dan sayatan alat tajam di muka korban.

Sidang rencananya akan kembali digelar, Senin (18/2/2013) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tambahan yang akan dihadirkan oleh Oditur Militer.

Sumber : SP

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.