Aktivis

Pembela HAM Papua Kutuk Penembakan di Puncak Jaya

Matius Murib (Jubi/Timo)
Jayapura — Pembela HAM Papua mengutuk penembakan penembakan yang menewaskan satu warga sipil dan TNI di Mulia, Puncak Jaya, Papua, 10 Januari 2013.
Melalui siaran persnya yang diterima tabloidjubi.com di Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (12/1), salah satu pembela HAM Papua, Matius Murib menyatakan keprihatinannya atas insiden itu.
“Kami mengutuk penembakan yang menghilangkan nyawa manusia itu. Kami prihatin dan mengutuk pelaku kekerasan atas nama dan kepentingan apapun juga,” kata Matius.
Matius juga mendesak semua kelompok bersenjata untuk menghentikan aksi membunuh nyawa manusia dengan menghilangkan nyawa manusia. “Semua kepentingan dapat dicapai dengan cara damai dan dialogis,” lanjut mantan Wakil Ketua Komnas HAM Papua ini.
Menurut dia, semua orang mempunyai hak untuk hidup dan menikmati kemerdekaan dalam suasana adil, damai, dan sejahtera, terutama di tanah
Papua.

Markas besar Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) dalam siaran persnya mengaku bertanggungjawab atas penembakan seorang anggota TNI  dan seorang tukang ojek di Puncak Jaya itu.
Diakui Kepala Staf Umum TPN-OPM, Mayjen Teryanus Satto melalui siaran persnya ke media ini, Jumat (11/1) menulis, “Penembakan terhadap anggota TNI dari Batalyon 753 Nabire dan seorang tukang ojek, yang juga anggota intelijen Indonesia adalah murni dari TPN-OPM di bawah Pimpinan Komandan Operasi Pos Jambi (Lekagak Telenggen), atas Komando Nasional di bawah Pimpinan Panglima Tinggi TPN-OPM (Gen. Goliat Tabuni).”
Kepada Radio KBR68H, Sabtu, Bupati Puncak Jaya Henok Ibo mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) Puncak Jaya memberikan jaminan kepada Goliath Tabuni, jika menyerahkan diri, yaitu dengan membebaskan sang panglima dari tuntutan.(Jubi/Timoteus Marten)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.