Alam

Bendungan Kali Tami Jebol, Kompleks SMK 4 Koya Barat dan Rumah Warga Terendam Banjir

Banjir di Koya Barat dan Sekitarnya. 
Foto: Hengky Yeimo.

Jayapura — Hujan lebat yang mengguyur  Arso dan sekitarnya, Jumat (11/1)  mengakibatkan bendungan Kali Tami  Jebol.  Akibatnya,  perumahan guru dan asrama SMK Negeri 4 Koya Barat terendam banjir.

Kepada majalahselangkah.com,  Kepala Tata Usaha, SMK Negeri 4,  Evi mengatakan, hingga hari Sabtu dan Minggu (12 dan 13 Januari) air masih tergenang di halaman sekolah dan merendam rumah guru dan asrama milik sekolah.

Kata dia, walaupun air masuk di beberapa kelas tetapi sekolah tidak diliburkan. “Hari Senin 14 Januari 2012 kemungkinan akan redah dan sekolah seperti biasa. Namun, perumahan guru terendan sehingga sebagian guru telah diungsikan dan menginap di laboratorium komputer dan ruangan
ruangan kelas,”kata Evi.

Kata dia, banjir ini tidak mengakibatkan kerugian materil yang  besar tetapi proses pembelajaran sedikit terganggu karena asrama milik siswa terendam banjir.  “Kami perkirakan kerugian hanya  perkebunan hasil praktik siswa dan kolam ikan mengalami kerugian. Tanaman terendam banjir dan ikan-ikan terhanyut,” kata dia.

Lasarus Tianggo, siswa kelas 3 di SMK tersebut mengatakan, akibat banjir itu buku-buku anak asrama terendam banjir. “Banjir terjadi pada pukul 03.00 saat kami tidur. Kami segera menyelamatkan diri dan buku-buku kami kena banjir.

Meluap Hingga  di Kampung Swakarsa, Koya Barat

Banjir akibat tebolnya bendungan tidak hanya merendam sekolahan. Banjir juga meluap hingga

di Kampung Swakarsa, Koya Barat.  Pantauan media ini, banjir mengakibatkan seluruh rumah kampung Awakarsa  terendam dan warga mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Air meluap hingga setinggi  paha manusia. Tampak, air masuk melalui jendela di beberapa rumah.

Ketika diwawancarai,  korban banjir, Bapak  Pelipus mengatakan,  air yang diistilahkan “Air Kiriman Arso” ini disebabkan dari hujan yang tidak berhenti dari hari Kamis hingga malam Jumat sehingga bendungan di kali Muara Tami, Arso jebol.

Dikatakan, semua benda dalam rumah berupa buku, kasur, dan barang lainnya terendam banjir. Dikatakan juga, banjir ini akan mengakibatkan gagal penen kacang, tomat, rica, semangka, jagung.

“Kami akan gagal panen. Tetapi, kami hanya minta pemerintah segera perbaiki bendungan yang jebol,” kata  Plipus.

Sekirat 100 meter jalan raya terendam air sehingga mengakibatkan macet di sepanjang   jalan  pertigaan Koya Barat dan Keerom. 
(MS)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.