Berita

Bambang Dharmono: “Perlu Ada Afirmative Action ke OAP”

Kepala UP4B Bambang Dharmono
saat jumpa pers di kantornya (Jubi/Levi)
Jayapura — Salah satu kebijakan yang harus dilakukan jika ingin membuat orang Papua setara dengan mereka yang ada di daerah lain, ada Afirmative Action atau keberpihakan kepada Orang Asli Papua (OAP).
Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B), Bambang Dharmono mengatakan, untuk itu selain fokus masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi rakyat, UP4B juga fokus pada affirmatif action. atau keberpihakan bagi OAP.
“Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ini adalah diskriminasi positif guna memprioritaskan atau mempush orang Papua agar bisa menyamai masyarakat yang adi di daerah lain di Indonesia,” kata Dharmono saat memberikan keterangan pers, Rabu (9/1).
Namun menurutnya, tentu saja hal ini tidak hanya jadi tugas UP4B dalam mensosialisakan atau memberikan pemahaman kepada masyarakat, media juga berperan.
“Saya rasa itu tidak hanya jadi tugas UPSB, namun juga tugas pers untuk menjelaskan atau membuat masayarakat paham. Diskiminasi bagi Orang Asli Papua itu penting dan memang harus disosialisasikan. Kita tidak bisa membatasi orang masuk ke Papua, tapi tentu saja ada batasan-batasannya. Orang Papua tetap harus jadi perhatian. Kalau kita ingin orang Papua bisa seperti penduduk yang ada di Jawa sana maka kita harus push. Caranya bagainama? Ya memberikan prioritas kepada mereka,” ujarnya.
Selain itu lanjut dia, peran pemerintah daerah juga sangat diperlukan dalam hal ini. Pemerintah harus membuat kebijakan yang kebih memproteksi OAP. “UP4B kan tidak berhak untuk membuat aturan. Yang berhak membuat Perda atau Perdasi itu adalah Pemerintah Daerah,” jelasnya.
Dikatakan Dharmono, sudah ada beberapa kebijakan yang dibuat pemerintah pusat untuk OAP ditahun 2012 lalu, guna mendukung UP4B seperti Pepres No 84/2012 tentang pengadaan barang/jas pemerintah dalam rangka P4B yang memberikan pemihakan dan pengecualian kepad pangusaha asli Papua, pemihakan Anggaran Melalui APBN-P 2012 sebesar Rp. 3,2 triliun secara khusus dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat, SK Menkes nomor 110/2012 tntng Jamkesmas bagi masyarakat Papua dan Papua Barat yang memberikan keleluasaan bagi masyarakat Papua untuk memperoleh pelayanan kesehatan gratis di Pusekesmas dan RS kls III.
“Surat no. S-258/ Menhut-IV- 2012 mengenai pemanfaatan taman nasional lorentz untuk pmebangunan jalan sepanjang 140 km melalui skema kerjasma pengelolaan. SK Dirjen pranologi no. S-630/UII-PKH/2012 tntang izin pinjaman serta SK menteri Kehutanan nomor 458/Menhut-II/2012 tntang perubahan kawasan hutan menjado kawasan hutan seluas 376.385 Нɑ,  perubahan antar fungsi kawasan hutan seluas 5.736.830 Нɑ,” katanya.
Dalam sosial ekonomi, UP4B terus memastikan pembukaan wilayah terisolasi agar masalah kemiskinan bisa teratasi melalui pembangunan infrastruktur dasar. Memastikan pembangunan ekonomi rakyat yang berbasiskan potensi lokal seperti palawija, kopi, kakao, sagu dan karet. Memastikan adanya pemihakan dan pengecualian agar OAP bisa berperan dalam sektor ekonomi produktif dan terus memastikan pengembangan dan peningkatan frontline services dalam bidang pendidikan dan kesehatan serta mengupayakan dan mengembangkan program affirmasi.
“Misi UP4B adalah meletakkan landasan bagi kontinyunitas pembangunan. Kopi Papua jika dibangun dan dikelolah baik pertahunnya bisa menghasilkan Rp. 1 miliar dollar. Kita juga ingin mendorong terciptanya good goverment. Kalau ini bisa kita wujudkan, inilah landasan bagi kontinyunitas pembangunan. Tugas Pokok UP4B salah satunya kan memberikan dukungan kepad presiden dalam koordinasi dan singkronisasi perencanaan. Fasilitas, serta pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat. Bukan untuk mengeksekusi program, tapi mengkordinasikannya,” tutup Dharmono. (Jubi/Arjuna)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.