Berita

Andreas Harsono : Pemerintah Indonesia Harus Hadirkan Pemantau & Wartawan Internasional Dalam Pilgub Papua

Andreas Harsono, Peneliti Hak Asasi Manusia.
 Foto: Padangekspress.co.id
Jakarta – Pemilihan Gubernur Provinsi Papua  akan digelar  29 Januari 2013 pekan depan. Enam kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur telah memulai berkampaye.
Enan kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Lukas Enembe-Klemen Tinal, Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya, MR. Kambu-Blasius Pakage dan Alex Hesege-Marthen Kayoi. Sementara itu, dua pasangan independen yakni Wellington Wenda-Weynand Watori, dan Noakh Nawipa-Yohannes Wob.
Dikhawatirkan, proses pemilihan gubernur Papua yang tengah berjalan ini akan terjadi  kecurangan. Kredibilitas Pengawas Pemilu yang telah ada dipertanyakan. Sementara, pemerintah Indonesia  tidak melibatkan pemantau internasional dan wartawan  internasional untuk menjamin Pilgub yang bebas dan fair.
Kepada majalahselangkah.com, Selasa, (22/1), Peneliti Human Rights Watch (HRW), Andreas Harsono mengatakan, Pemilihan Umum (Pemilu) harus  bebas dan fair. Kata dia, Pemilu memerlukan media yang independen, pemantau pemilihan yang independen, lembaga poling yang profesional, saksi-saksi pemungutan suara, dan daftar suara yang diferivikasi.
“Hanya dengan kehadiran pemantau internasional akan tercipta pemilihan gubernur yang bebas dan fair di Papua. Ini akan menjamin semua pihak siap menang tetapi juga siap kalah,”kata dia.
Pemilihan gubernur Papua tak sepenuhnya memiliki semua persyaatan tersebut. Pemilihan gubernur Jakarta secara default memiliki semua. Dari media independen sampai kedutaan-kedutaan di Jakarta.
“Pemerintah Indonesia harus mengundang pemantau internasional dan wartawan internasional sebanyak-banyaknya ke Papua guna pantau pemilihan gubernur,” kata peneliti itu.
“Money Politics, menurut hukum Indonesia, haram. Seorang kandidat akan didiskualifikasi bila ketahuan kasih uang ke pemilih. Dalam kandidat ini, berapa kandidat yang tak kasih uang? Pengawas pemilihan hanya diam. Ia tak akan membangun demokrasi. Ia akan tetap merusak masyarakat Papua,” katanya. (Yermias Degei/MS)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.