Berita

Solpap : “Kenapa dorang jual HP disitu? Berarti ada diskriminasi pada mama-mama Papua!”



Suasana Ampera
Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura melalui Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) agaknya menerapkan standar ganda dan diskriminiasi terhadap pedagang asli Papua.
Pasalnya tempat berjualan di depan Gelael yang dulu diduduki pedagang mama Papua dan dilarang, kini diberi ijin kepada pedagang counter hand phone (HP). Bahkan di jalan Perdagangan Ampera atau gang samping Bank Mandiri, yang juga dulu dipakai mama Papua dan kemudian dilarang, sekarang ditempati oleh pedagang kaki lima non Papua penjual petasan, pakaian dan sepatu.
Koordinator Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), Robert Jitmau merasa gerah dengan kondisi tersebut. Dia bahkan mengatakan standar ganda seperti ini bisa membuat Solpap dan mama-mama pedagang Papua untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan bersama, seperti misalnya membongkar jualan yang dilakukan counter HP dan kaki lima di Ampera.

“Kita tau bahwa di Ampera itu sudah dibongkar oleh pemerintah, jadi kalau sekarang ada pedagang, itu bisa memancing tindakan yang tidak diinginkan kita bersama.” bilang Jitmau menginteraksi tabloidjubi.com, Selasa, (11/12) malam. Dia bahkan berterima kasih mendapat informasi dari wartawan. Jitmau mengatakan pemerintah kota labil dalam mengambil keputusan. Pasalnya mama-mama Papua yang berjualan di emperan toko justru diusir.

“Kenapa dorang  jual HP  disitu? Berarti ada diskriminasi pada mama-mama Papua,” ungkap Jitmau sambil menduga jangan sampai pedagang HP ‘memberi makan’ oknum pemerintah kota yang berkepentingan dengan pedagang.
Tabloidjubi.com saat mengkonfirmasi kepala Dinas Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kota Jayapura, AKP Dominggus Rumarapon via Hand Phonenya mengatakan kusus untuk counter HP milik Telkomsel di depan Gelael ada ijin. Kecuali yang di Ampera.
Rumaropen berterima kasih atas informasi yang disampaikan. Bahkan langsung dia memerintahkan anak buahnya untuk pantau pedagang yang di Ampera. Pemilik dagangan sepatu dan petasan, masing-masing Lili dan Puti saat dikonfirmasi media ini  mengaku mereka berjualan atas ijin dari haji Baso yang sehari-hari sebagai koordinator pedagang kaki lima (PKL). (Jubi/Roberth Wanggai)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.