Berita

Ingkari Kesepakatan, Perusahaan Kubur Kayu Milik Warga

Jayapura – Hingga kini, PT. Agri Cipta Persada (ACP) menguburkan kayu yang disepakati perusahaan dan warga dikelola oleh pemilik lahan yakni warga setempat. Pasalnya, kayu itu adalah milik mereka (warga).
Namun, kesepakatan hanya kesepakatan. Ribuan kayu yang ditebang perusahaan dikuburkan secara diam-diam. Tapi, kemudian warga mengetahui ulah perusahaan. Padahal sebelumnya, dalam kesepakatan setelah kayu ditebang, dikembalikan ke warga untuk dikelola. Hal ini dikemukakan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malind Bian, Sebastianus Ndiken kepada wartawan di Abepura, Jumat (21/12).
Sebenarnya, kata dia, warga berkeinginan keras untuk mengolah kayu-kayu tersebut. Namun, sulit karena tak ada alat. Selain itu, tak ada tempat yang siap untuk dipasarkan. Hingga kini, kayu yang sudah digusur eskavator milik perusahaan di atas lahan seluas 200 hektar dikubur. “Perusahaan tidak jual,” kata Sebastianus.
Jenis-jenis kayu yang dikubur masing-masing jenis kayu meranti, kayu dammar, kayu rahay, kayu bus merah dan putih, kayu matoa, dan kayu dayo. Sebatian mengaku, persoalan itu sudah disampaikan ke pemerintah. Namun, hingga kini belum ada tanggapan. “Kami sudah sampaikan masalah ini ke pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” tuturnya.
Sebastianus menambahkan, PT. Agri Cipta Persada baru beroperasi di kawasan Muting sekitar September 2012 lalu. Perusahaan ini menanam kelapa sawit di areal tersebut. Areal tanah yang dibutuhkan untuk sawit seluas 80 ribu hektare.(Jubi/Musa)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.