Berita

HIV dan AIDS Provinsi Papua Per 30 September Capai 13.196 Kasus


Ilustrasi
Jayapura –– Laporan data kasus HIV dan AIDS yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 30 September 2012 mencapai 13.196 kasus. Sebanyak 5.413 kasus HIV dan 7.882 kasus AIDS, sedangkan jumlah 1.070 orang diantaranya sudah meninggal dunia. Sampai akir tahun Oktober 2012, dari jumlah kasus terlaporkan, sebanyak 3.727 pasien HIV dan AIDS yang pernah mendapat pengobatan anti retroviral (ARV).


Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Tanah Papua akibat hubungan seks yang tidak aman sehingga menyebabkan penyebaran virus ini leluasa bersarang ke tubuh manusia. Dari jumlah data kasus terlaporkan, lebih dari 90% penularan HIV karena hubungan seks yang tidak aman. Perempuan usia seksual aktif adalah salah satu kelompok yang rentan tertular HIV. Sebagian dari mereka terinfeksi HIV bukan hanya karena ketidaktahuan dan keterbatasan informasi, tapi juga karena kontruksi gender yang belum setara antara laki-laki dan perempuan.

Estimasi HIV dan AIDS di Papua tahun 2009 (Pemetaan Respon Dinas Kesehatan Provinsi Papua) adalah 24.335 kasus. Berarti hingga kini baru sekitar 54,23% yang sudah terdiagnosis. Sisanya sekitar 45,77% masih harus ditemukan.

Sumber penularan terbanyak adalah melallui hubungan seksual yang tidak aman yakni sebanyak 12.812 kasus (97,1%). Faktor resiko lainnya adalah penularan dari ibu ke bayi (perinatal) yakni 241 kasus (1,83%). Transfusi darah dan penggunaan jarum suntik/peralatan medis yang tidak steril relativ sangat kecil, dibawah 0,1%.

Penularan HIV pada laki-laki dan perempuan seimbang. Sebanyak 6.707 kasus pada laki-laki (50,83%) dan 6.378 kasus pada perempuan (48,33%). Penyebaran kasus lebih  banyak pada usia produktif umur 15-49 tahun, sebanyak 12.012 kasus (91,03%) dari seluruh kasus terlaporkan.

Kasus terbanyak pada kelompok umur 25-49 tahun yakni 7.716 kasus (58,48%). Urutan kedua kelompok umur 20-24 tahun. Sebanyak 2.996 kasus (27,7%). Disusul kelompok umur 15-19 tahun, 1300 kasus (9.85%).

Epidemi HIV di Papua sudah pada situasi epidemic yang menyebar ke masyarakat umum (generalized epidemic). Hasil survey terpadu HIB dan perilaku (STHP) tahun 2006 menyebutkan prevalensi HIV di Tanah Papua adalah 2,4%. Angka ini sangat jauh diatas prevalensi nasional 0,16-0,24 .(Jubi/Roberth Wanggai)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.