Berita

Hakim Vonis Bebas 16 Terdakwa Kasus Organda

EmpatJayapura  – Kamis (20/12) sore, ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jayapura di Abepura, Haris Munandar menjatuhkan vonis bebas bagi 16 terdakwa kasus penyerangan di perumahan Organda, Distrik Heram, Abepura, Jayapura, Papua, Selasa (26/8) lalu, setelah menjalani persidangan panjang.

Olga Helena Hamadi, salah satu Pengacara Hukum (PH) dari 16 terdakwa itu kepada tabloidjubi.com, Kamis, mengatakan sebenarnya dalam amar putusan yang dibacakan hakim, ke-16 terdakwa dijatuhi hukuman 3 bulan 25 hari, potong masa tahanan. Tetapi, penahanan selama tiga bulan yang ditetapkan hakim sudah dilewati masing-masing terdakwa semenjak mereka ditangkap dan ditahan lalu menjalani persidangan. Sementara dua puluh lima hari dipotong majelis hakim dalam amar putusannya.

Lanjut Olga, enam belas terdakwa ditangkap oleh aparat kepolisian sejak 26 Agustus 2012. Penahanan terhadap mereka (para terdakwa) berlaku sejak 27 Agustus. Para terdakwa mulai disidang sejak 12 November 2012.
“Jadi, selama penahanan dan persidangan memenuhi putusan hakim,”
tutur Olga. Ke-16 orang ini akan dijemput pulang ke rumahnya masing-masing pada besok, Jumat (21/12) di Lembaga Pemasyarakatan Abepura. Karena, urusan administrasi pemenuhan pembebasan belum kelar.

Olga menilai, hukuman yang dijatuhkan hakim sebenarnya memberi efek jera bagi masing-masing terdakwa agar tidak mengulangi tindakannya lagi.
“Rata-rata dari mereka (terdakwa) masih berusia sekolah dan sangat muda. Akhirnya, diputuskan untuk diberi hukuman bebas,”
tuturnya. Hukuman itu dijatuhkan, lantaran dalam pengakuan yang disampaikan oleh para saksi, masing-masing terdakwa melakukan penyerangan. Tiga terdakwa yang diperiksa sebagai saksi juga mengaku melakukan penyerangan dan melempari rumah warga atas perintah kakak-kakak seniornya. Pasal yang dikenakan kepada masing-masing terdakwa yakni pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang.

Meski demikian, mereka divonis bebas. Petimbangan vonis bebas diberikan karena sebelumnya sudah ada upaya perdamaian yang dilakukan. Para terdakwa juga telah mengakui tindakan-tindakan yang dilakukan dalam persidangan. Masing-masing terdakwa tidak bersalah namun diperintah oleh seniornya untuk menyerang. Pertimbangan lain adalah rata-rata masih berusia muda dan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim kepada enam klien kami,”
ungkap Olga.
Ke-16 terdakwa tersebut masing-masing Semy Yokamo, Edison Duby, Yulianus Kirakle, Admir Halitopo, Santius Ambolon, Aniel Sama, Tinus Nelambo, Otto Sabolim, Urek Hilim, Nikson Kabak, Iman Kepno, Herry Peyon, Lindar Faluk, Benny Kepno, Hendrik Sobolim, dan Keliopas Sabolim.

Pantauan tabloidjubi.com, hakim yang memipin sidang putusan tersebut adalah Haris Munandar (ketua majelis hakim), Thomas Adii (anggota majelis hakim), dan Syors Mambrasar (anggota majelis hakim). Selanjutnya, Jaksa Penutut Umum, Fiktor Suruan. Kemudian, pengacara hukum yang mendapingi masing-masing terdakwa adalah Olga Helena Hamadi, Gustaf Kawer dan Simon Patirajawane.

Sebelumnya dikabarkan, bentrok warga di Perumahan Organda, Distrik Heram, Abepura, Jayapura pecah sejak Selasa, 26 Agustus 2012. Akibat dari kejadian itu, satu warga benama Piet Pentury tewas dan satu warga lainnya mengalami luka-luka. Setelah itu, penyerangan ke kompleks perumahan Organda dari sekelompok orang yang diduga dari pegunungan yang tinggal tak jauh dari Organda.

Kala itu, kelompok penyerang membawa senjata tajam, panah, jubi, dan benda tumpul lainnya ditangan. Akhirnya, aparat keamanan menggiring 16 orang yang diduga kuat melakukan penyerangan. (Jubi/Musa)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.