Adat

Bupati Jayapura: Kita Harus Kembali ke Rumah



Bupati Kab. Jayapura
Sentani — Bupati Kabupaten  Jayapura, Matius Awetouw menilai tatanan adat Tabi (Sentani) mulai terdegradasi. Degradasi nilai adat melahirkan konflik – konflik yang mulai bermunculan di mana-mana. Anak adat mulai palang memalang fasilitas milik umum hingga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.   
“Konflik terjadi di mana-mana karena kehilangan jati diri. Anak adat mulai palang fasilitas umum, sekolah. Anak kita mau sekolah di mana,” kata Matius kepada ondofolo, ondoafi, Abu Afa, dan masyarat Sentani, dalam acara natal bersama, Rabu (12/12) di pantai Kalkhote, Sentani Timur, Kab. Jayapura, Papua.
Karena itu, menurut Matius, tatanan adat Sentani tinggal puing-puing kehancuran dari peradabannya. Masyarakat adat tidak boleh membiarkan kehancuran ini. Menurut Matius, kehancuran ini harus segera diatasi. “Orang Sentani harus evaluasi diri sejauh mana kita ada sekarang,” kata Matius.
Evaluasi ini sangat mendesak, menurut Matius, karena jati diri mulai hilang. “Kita mulai terdegradasi dari jati diri kita,” lanjutnya.
Karena itu, Matius mengajak seluruh masyarakat adat Tabi kembali ke jati dirinya. Lebih khusus, Matius mengajak ondoafi membenahi struktur adat yang mulai hancur.  “Saya minta ondofolo kembali ke kampung benahi struktur adat,”
Menurut Matius, pemerintah siap untuk membangun kehancuran itu bersama adat. “Pemerintah akan bentuk tiga tungku: pemerintah, adat dan gereja,” katanya. Tiga tungku ini, menurut Matius, untuk memberikan ruang kemitraan adat dengan pemerintah.
“Selain itu, pemerintah juga akan menaikan dana kampung dari tahun sebelumnya,” lanjut Matius lagi. Karena itu, ondoafi tidak perlu bawa proposal ke kantor bupati. “Dana sudah ada di kampung, ondoafi tinggal pikir bangun kampungnya,” katanya tanpa menyebutkan jumlah dana yang hendak dinaikan. (Jubi/Mawel)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.