SBY Bersilat Lida Ketika Ditanyai Masalah Papua Oleh Pemeritah Inggris


LONDON – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menjelaskan persoalan Papua ke pemerintah Inggris. Setiap ada kesempatan dan pertemuan, Papua ikut disinggung. 

"Saya juga ada pembicaraan, sesuatu yang saya harus jelaskan soal Papua dan lain-lain," katanya saat menggelar konferensi pers di Hotel Grosvernor House, London, Inggris pada Sabtu pagi (3/11) sebelum bertolak ke Laos untuk mengikuti KTT ASEM.

Menurutnya, pemerintah Inggris sangat memahami kebijakan yang diambil Indonesia. Bagaimana Indonesia bertindak sebagai negara demokrasi bukan negara ototarian. 

Menurutnya, banyak yang masih tidak paham tentang Papua, termasuk masyarakat Inggris. Ia menegaskan, penanganan Papua sudah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

"Kalau ada yang salah mengerti tentang Indonesia, dikiranya masih sekian puluh tahun lalu, kita tutup dengan menjelaskannya di berbagai forum seluas-luasnya," katanya. 

Sayangnya, ia tak memaparkan penjelasan seperti apa yang diberikan kepada pemerintah Inggris dalam kesempatan tiga hari kunjungan kenegaraan di negara Ratu Elizabeth II itu. Namun, ia memastikan pemaparan itu agar Inggris dan dunia lebih mengerti tentang Indonesia. Karena tak sedikit yang masih mengira Indonesia sama seperti 20-30 tahun lalu. 

"We are changing for the better. Mereka harus tahu jangan sampai salah persepsi terhadap negara kita," katanya. 

Karena perubahan yang terjadi di Indonesia, saat ini Indonesia bukan sekarar menadi regional power tapi sekaligus regional player bahkan berperan pada forum global. Maka, mereka harus tahu pandangan, pikiran Indonesia terhadap begitu banyak masalah di dunia ini. 

"Itulah yang saya sampaikan. Jadi bukan Indonesia cerita tentang Indonesia, tapi kita menyampaikan pandangan kita, gagasan kita, proposal kita untuk mengatasi berbagai masalah yang fundamental di dunia ini," katanya. 

Sebelumnya, kedatangan Presiden SBY ke Inggris diwarnai sejumlah aksi demonstrasi. Jauh sebelum kedatanganya pun aksi penolakan sudah terjadi, bahkan sempat dibuat sayembara penangkapan Presiden SBY. 

Aksi tersebut dilakukan oleh LSM The West Papua Advocacy Team (WPAT). Organisasi ini sudah menyuarakan dan menolak kedatangan Presiden SBY ke London sejak September lalu. Mereka menilai Presiden SBY bertanggung jawab dan meminta kebebasan rakyat Papua.

Share:

Search This Blog

Support

Facebook