Bencana

Perumnas IV Terendam, 4 Mobil Terseret Banjir



Warga Membersihkan Rumah
Yang Terendam Banjir
JAYAPURA—Lagi-lagi Kota Jayapura dilanda bencana banjir.   Rabu (21/11) pagi curah hujan yang turun cukup lebat mengakibatkan beberapa area di Tanah Port Numbay tergenang air, seperti di kawasan Perumnas IV Waena dan pasar Youtefa. Namun kondisi paling parah terjadi di Perumnas IV.   

Banjir itu mulai melanda Perumnas IV,  Kelurahan Hedam, Distrik Heram sekitar pukul 04.00 dini hari. Warga  setempat dikagetkan dengan banjir yang merendam kediaman mereka.  Dari pantauan Bintang Papua pada lokasi kejadian, sangatlah memprihatinkan, dimana genangan air hampir mencapai ketinggian 1 meter lebih dari permukaan lantai rumah.

Tampak warga tidak satupun melaksanakan aktifitas kantor, sekolah dan aktifitas lainnya di luar rumahnya, karena semuanya sedang membersihkan rumahnya dari genangan air dan lumpur yang diperkirakan setebal 10 Cm, tak satupun barang di dalam rumah yang diselamatkan, karena semuanya terendam banjir, apalagi saat kejadian sebagian besar warga dalam keadaan tidur nyenyak.

Sekitar pukul 09.00 Wit masih ada sejumlah rumah yang tergenang air, karena posisi rumahnya lebih rendah dari saluran, sehingga terpaksa menimba genangan air dengan ember.  Kondisi demikian, menyebabkan wilayah Perumnas IV tak ubahnya seperti kompleks perumahan kumuh yang penuh dengan kotoran. Akibat derasnya banjir tersebut menyebabkan sebanyak 4 unit kendaraan roda empat dan 4 unit kendaraan roda dua  terseret masuk kedalam sungai yang melintasi bagian Blok C dan V Blok D Perumnas IV.

Kejadian banjir tersebut membuat Wali Kota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano,MM, turun langsung ke lokasi untuk melihat banjir yang dialami oleh warganya, hampir keseluruhan gang di Perumnas IV ia (Walikota,red) memeriksanya, tampak warga yang terkena banjir sangat mengharapkan kebijakan pembangunan yang dilakukan Wali Kota baik dalam membantu tanggap darurat terhadap kejadian banjir yang dialami mereka itu maupun bagaimana mengatasi agar tidak terjadi lagi banjir.

Banjir tersebut juga menyebabkan baik lumpur, pasir, kerikil dan material sampah lainnya tertumpuk di sepanjang badan jalan masuk ke perumnas IV maupun gang-gang rumah warga. Hal ini warga secara swadaya membersihkannya, tapi tak lupa mereka juga memungut sumbangan sukarela dengan cara membawa karton kosong untuk meminta sumbangan kepada setiap kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut. 

Berdasarkan informasi yang Bintang Papua dapatkan dari laporan warga yang disampaikan kepada Wali Kota, terungkap bahwa banjir tersebut terjadi pada pukul 04.00 Wit dini hari. Awalnya, warga merasa tidak terjadi banjir, namun lama kelamaan genangan air mulai meninggi, dan akhirnya air masuk kedalam rumah.

“Tidak satupun barang yang kami selamatkan, karena semuanya terendam banjir, bagaimana mau menyelamatkan, tinggi air saja sampai 1 meter lebih,” jelas Najamudin kepada Bintang Papua disela-sela membersihkan rumahnya dari lumpur dan air banjir, Rabu, (21/11).

Beberapa warga yang ditemui, diantaranya, Fauzia, Indra dan warga lainnya, menyatakan, sebetulnya banjir itu tidak terjadi, apabila empat unit mobil dan empat unit motor tidak tertimbun didalam sungai. Akibat kendaraan yang ada dalam sungai itu menyebabkan menghalangi jalannya air sehingga air meluap keluar dan menggenangi  rumah warga.

Bukan itu saja, bantaran saluran yang berada di jalan masuk Perumnas IV telah terjadi pendangkalan, yang akhirnya air dan lumpur dengan mudah merembet keluar dan memasuki rumah-rumah warga.

“Kerugian jelas hampir mencapai puluhan dan ratusan juta rupiah, karena barang-barang kami semuanya terendam banjir,” tandas Najamudin lagi.

Terkait dengan itu, warga Perumnas IV berharap supaya adanya kebijakan Wali Kota Jayapura yang jelas dan tepat sasaran dalam mengatasi persoalan banjir di Perumnas IV, sebab  tidak hanya banjir seperti itu baru kali ini terjadi, tapi sudah seringkali terjadi dan sangat mersahkan warga, karena setiapo kali banjir, kerugian selalu dialami warga.

Banjir Disebabkan Manusia Tidak Bersahabat Dengan Alam ////

Sementara itu  Wali Kota Jayapura Drs. Benhur Tommya Mano, MM kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (21/11) siang mengaku bahwa sebelumnya di pagi hari ia sempat meninjau langsung lokasi banjir tersebut, dan ia melihat banjir ini sendiri disebabkan karena ulah manusia. “Banjir ini karena kita tidak bersahabat dengan alam,” cetusnya.

Kesadaran dari masyarakat dalam menjaga kebersihan dan juga tidak mendirikan bangunan di lokasi yang bukan semestinya dinilainya menjadi solusi agar bencana ini tidak terulang kembali. Saluran air di beberapa sungai yang sudah beralih fungsi karena banyaknya bangunan yang telah berdiri diatasnya membuat bencana ini tinggal menunggu waktu saja.

Kepada masyarakat adat Wali Kota juga berpesan agar mereka tidak memberikan ijin kepada pihak-pihak pengusaha untuk melakukan aktifitas atau juga mendirikan bangunan. Menurut pengamatannya saat ini sudah banyak masyarakat  atau unit usaha yang membangun rumah di daerah aliran sungai yang jelas-jelas hal itu tidak dilegalkan oleh hukum.

Upaya penanganan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang dipastikan Wali Kota akan segera dilakukan, seperti pengerukan daerah aliran sungai yang sedimennya sudah sangat tinggi.

Kepada korban bencana banjir, ia sendiri berjanji Pemerintah akan mencoba membantu sesuai dengan kemampuan, dan hal ini dirasa semakin berat karena beberapa bencana terjadi secara berturutan dalam waktu yang sangat singkat.

“Kita belum bia benahi korban kebakaran sekarang sudah datang banjir, tetapi kita akan membantu sesuai dengan batas kemampuan pemerintah,” tuturnya.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.