search tickets in here

Dua Terduga Pelaku Kembalikan Senjata Polisi


Jayapura — Dua orang yang diduga bagian dari Kelompok Orang Tak Dikenal (OTK) yang melakukan pencurian lima senjata api (senpi) laras panjang jenis Moser dan 40 butir amunisi di Polsek Aphalapsili, Kabupaten Yalimo beberapa hari lalu, menyerahkan diri dan mengembalikan empat pucuk senpi yang dicuri itu, Sabtu (17/11).

Kabid Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya mengatakan, dua orang itu berinisial EW dan SW, warga Kampung Komokihele, distrik Apalapsilu, Kabupaten Yalimo. Selain itu ia juga mengklarifikasi pemberitaan media yang menyebutkan lima senpi yang dicuri.

”Bukan lima tapi hanya empat senjata pucuk senjata dicuri saat itu serta 40 butir amunisi, namun sudah dikembalikan ke Polsek Aphalapsili. Yang mengembalikan adalah EW dan SW warga Komokihele, Distrik Apalapsili berinisial EW dan SW,” kata I Gede saat dikonfirmasi wartawan, Minggu malam (18/11).

Kronologis dikembalikannya senjata itu menurutnya, sehari pasca kejadian pencurian, Wakapolres Jayawijaya dibantu tim gabungan TNI-Polri melakukan pencarian dan difasilitas Bupati Yalimo yang berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat/agama setempat.

“Kemudian masyarakat yang dimotori tokoh-tokoh setempat mengembalikan keempat senjata api milik Polsek Apalapsili. Sabtu kemarin dua masyarakat mengembalikan senjata itu setelah melalui proses mediasi. Tidak dengan tindakan kepolisian karena tidak ada unsur memiliki ,” ujarnya.

Dikatakannya, kedua warga itu mencuri senjata tidak lain motifnya hanya untuk mencari perhatian pemerintah setempat. “Sebenarnya mereka tidak berniat mencuri. Hanya mencari perhatian saja. Buktinya senjata itu sudah dikembalikan ke Polsek Apalapsili. Namun masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut apa motifnya mereka mengambil senjata milik polisi. Dugaan mencari perhatian pemerintah akan dibahas lebih jauh dengan pemda setempat,” ucapnya.

Ditambahkannya, kedua anggota yang saat itu melaksanakan tugas di Polsek Apalapsili akan dimintai keterangan oleh Propam Polres Jayawijaya karena ada unsur kelalaian dalam menjalankan tugas. “Anggota yang sempat tidak diketahui keberadaannya, Bripda Jhon Peyon, kini sudah kembali ke kesatuannya dan masih menjalani pemeriksaan,” tutup I Gede Sumerta Jaya. 

Post a Comment