Berita

Costan Karma Kebudayaan Penting Bagi Masyarakat Papua



PEMBUKAAN SEMINAR PENDIRIAN ISBI PAPUA
Jayapura — Penjabat Gubernur Provinsi Papua Constan Karma mengatakan, kebudayaan sangat penting bagi masyarakat Papua, karena melalui kebudayaan, rakyat Papua, bahkan seluruh rakyat Indonesia bisa membangun cita-cita bersama untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.
“Kebudayaan strategis, karena kebudayaan adalah hasil proses dialog yang berlangsung terus menerus antara manusia dan penciptanya, dan dialog anytara manusia dan lingkungannya. Kebudayaan berarti identitas dan penghargaan atas diri. Intinya, kebudayaan adalah dasar dari eksistensi kita sebagai suatu bangsa,” kata Constan Karma saat membuka Seminar I Pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, di Aula Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Papua, Jumat (23/11).
Menanggapi itu, tegas Gubernur, Pemerintah Provinsi Papua mendukung pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua, hal ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomis Khusus bagi Provinsi Papua.
Dimana dalam UU Otsus tersebut menyatakan, penduduk asli di Provinsi Papua adalah salah salah satu rumpun dari ras Melanesia yang merupakan bagian dari suku-suku bangsa di Indonesia yang memiliki keragaman kebudayaan, sejarah, adat istiadat dan bahasa sendiri.
“Papua tidaklah berada dalam suatu keterisolasian. Sebaliknya, Papua terus berubah, karena dunia di sekelilingnya pun selalu berubah. Bahkan, sesungguhnya kita telah mengambil komitmen untuk bersungguh–sungguh menyelenggarakan pembangunan yang memanusiakan manusia Papua sehingga akan tercipta suatu Papua baru yang adil, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Setelah mengetahui program-program studi yang ada di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, ujar Gubernur, dirinya berharap Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Papua juga kurang lebih akan memiliki fakultas-fakultas dan program studi yang tidak berbeda jauh dengan ISI atau ISBI lainnya di Indonesia.
“Saya membayangkan dalam setiap mata kuliah yang diajarkan, akan ada seperangkat pengetahuan teoritis dan ketrampilan praktis yang harus dipelajari oleh mahasiswa ISBI tanah Papua, yang tidak berbeda dengan pendidikan tinggi seni dan budaya lainnya di seluruh dunia,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, Gubernur Constan Karma menyampaikan, dirinta sangat bangga karena wilayah paling timur di Indonesia ini bisa ikut serta memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi kemajuan kebudayaan dan identitas negara.
Diketahui, seminar yang mengambil tema “Mengembangkan Keunggulan Lokal Melalui Pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia Papua”, melibatkan seluruh tim pendiri ISBI Papua, kalangan intelektual pencinta seni dan budaya, seniman, budayawan Bali dan Papua, wakil-wakil dari Pemda Papua, serta tokoh-tokoh masyarakat dari Bali dan Papua.
Sementara untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan dapat dipercaya serta strategi penyusunan dokumen, arah serta pengembangan kurikulum maka menghadirkan pembicara seperti Gubernur Papua, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Rektor ISI Denpasar, Rektor Uncen Jayapura, dan Peneliti Don Augusthinus Flassy. 

Sumber : www.tabloidjubi.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.