search tickets in here

Bupati Keerom Berjanji Bantu Pelajar Dari 38 Pengungsi



38 Warga Keerom Yang Kembali Dari Pengungsian
Jayapura –Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally ,SE,MM., berjanji akan memberikan pendidikan kepada anak –anak yang masih melanjutkan sekolah yang karena takut mengikuti orang tuanya lari kedalam hutan, yakni 38 warga pengungsi asal Keerom yang kini telah kembali.
 Hal ini disampaikan Bupati Keerom, Yusuf Wally setelah 38 warga Kabupaten Keerom yang lari masuk kedalam hutan karna pada tanggal 1 juli lalu penyisiran yang di lakukan oleh militer, kini telah kembali ke kabupaten Keerom bersama dengan masyarakat yang lain setelah hidup 5 bulan di dalam hutan perbukitan kampung Bagea.
 Kembalinya 38 warga Keerom ini langsung di sambut aparat pemerintah daerah Kabupaten Keerom seperti Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally ,SE,MM , Wakil Bupati Kabupaten Keerom Muh Markum ,SH, Sekda Kabupaten Keerom Yerry F Dien serta Kepala dinas Keuangan dan Aset Kabupaten Keerom Fredi H Wona yang mendampingi Bupati selain Pemda Kabupaten Keerom turut hadir dalam Kapolda Papua Irjen Pol. Tito Karnavian dan Pangdam XVII cenderawasih Mayjen TNI . Christian Zebua, serta Pastor Paroki Gereja Katolik di Keerom, Pastor Roni, di lingkungan  Gereja Paroki Kabupaten Keerom, Senin (19/11).
Bupati Kabupaten Keerom Pemerintah Kabupaten Keerom akan menjamin keselamatan warga masyarakat yang baru saja keluar dari hutan untuk kembali bersama – sama bersama masyarakat Kabupaten Keerom ,” jadi untuk sementara kami akan langsung membawa mereka ke kampung –kampung mereka masing –masing seperti di Sayatami, Warkwana, dan Bagea ,” jelasnya ,
Bupati Kerom berjanji untuk memberikan pendidikan kepada anak –anak yang masih melanjutkan sekolah yang karna takut mengikuti orang tuanya lari kedalam hutan.
 ”Jadi mereka tidak sekolah bulkan karna malas tetapi karna takut terhadap militer sebelumnya,” jelasnya,
 “Sangat berterima kasih kepada Elsam yang telah berhasil membawa warga keerrom ini keluar dari hutan ,” ucapnya.
 “saya tegaskan jika warga ini masih berstatus penduduk Papua dan masih warga negara Indonesia dan pemerintah akan menjamin keamanannya,” tegasnya.
Sementara itu, Pangdam XVII cenderawasih, Mayjen TNI . Cristian Zebua mengatakan pihaknya sangat terkejut dak kaget jika ada masyarakat yang takut dan lari kehutan dan hidup di sana ,untuk itu sebagai pangdam pihaknya menjamin keselamatan masyarakat yang baru keluar dari hutan ,” TNI itu pelindung rakyat mengapa musti takut dan saya menjamin TNI tidak akan mengganggu ,”
 Dikatakan, apabila masyarakat yang membutuhkan pengobatan pihaknya memberikan pengobatan gratis di rumah sakit Marten indey Jayapura ,” jadi masyarakat harus punya keyakinan Papua bisa maju ,” jelasnya, di tengah – tengah masyarakat
Sedangkan menurut kapolda Papua mengatakan pihaknya mendapat laporan dari Elsam jika ada masyarakat yang hidup di hutan yang masih takut untuk keluar.
 “ini adalah masalah kemanusian oleh karna itu pihaknya sangat menyambut baik mendukung rencana ELSHAM Papua dan pihak gereja untuk membawa para masyarakat keluar dari hutan,” jelasnya ,
 Pangdam XVII berjanji  menjamin keselamatan dan membiarkan kehidupan masyarakat ini kembali ke kehidupan yang semula dan pihaknya meminta kepada pemerintah Kabupaten Keerom untuk mengulurkan bantuan kepada masyarakat ini agar hidupnya bisa kembali semula,” jadi saya tegaskan kepada pihak kepolisian untuk tidak ada pemeriksaan yang di lakukan kepada warga yang baru keluar dari hutan,” ungkapnya , karna masyarakat ini akan kembali takut terhadap aparat dan masih terauma terhadap aparat
Sementara itu Menurut Staf Monitoring dan investigasi ELSHAM Papua, Mathius Rumbrakub mengatakan 38 warga yang lari kehutan itu berasal dari 3 kampung yaitu  Sayatami, Warkwana, dan Bagea  yang mengungsi ke hutan karna merasa terancam dengan keberadaan militer di kampung – kampung mereka dan hidup di hutan selama 5 bulan lamanya serta bertahan hidup hanya dengan memakan ulat kayu, ulat sagu dan sagu yang di hasilkan dari hutan tersebut untuk itu
 “Kami menempuh perjalanan panjang masuk ke dalam hutan untuk membujuk masyarakat ini untuk kembali keluar dari hutan dan bergabung kembali dengan masyarakat yang ada di kampungnya sebelumnya,” tuturnya.
Dirinya menceritakan bahwa dirinya mengajak mereka bukan hal yang mudah mereka terauma dengan aparat militer dan kami harus menjamin keamanan mereka semua hingga sampai di kabupaten Keerom.
Warga masyarakat yang hadir juga menyampaikan terimakasih kepada lembaga HAM Elsam mau masuk kedalam hutan untuk menjemput dan menyakinkan warga untuk keluar dari hutan tersebut dan warga juga meminta kepada Bupati Kabupaten Keerom untuk menjamin keamanan dari warga yang hidup di kampung.
 Pantauan Tabloidjubi.com, 38 warga yang datang langsung dilayani makan dan minum ringan, termasuk ibu-ibu dharma wanita dari Kodam XVII Cenderawasih terlihat melayani anak-anak yang ada, serta pengobatan bagi warga serta balita dari Rumah Sakit Bahyangkara Polri. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Post a Comment