Alasan Membubarkan Judi Berdiri, Polisi Keluarkan Rentetan Tembakan

7:43:00 PM


WAMENA - hari ini pukul 03.47 waktu setempat polisi dan tentara mengeluarkan ratusan kali tembakan guna membubarkan komplotan pemain judi berdiri (juber) di PASAR JIBAMA, mengakibatkan mama penjual sayur lokal melarikan diri berhamburan ke arah desa jibama di belakang pasar jibama serta melarikan diri ke arah kota berlarian hingga jualan mama-mama berhamburan hingga tak ada untung bagi mama-mama, yang ada hanya rasa ketidak nyamanan, serta rasa takut terkena peluru sebab polisi dan tentara indonesia terus melakukan pengejaran sambil mengeluarkan tembakan membabibuta di antara semakbelukar belakang pasar hingga di perkampungan desa jibama, dimana di duga

sebagai tempat memproduksi milo (Minuman Lokal) namun tak terbiar harta benda masyarakat ikut ludes oleh tembakan senjata api di antara honai-honai hingga beberapa honai adat terlihat bara api menaunggi asap tebal serta binatang peliharaan (ternak) pun tak terampun oleh peluruh POLRI /TNI sore ini dan korban jiwa belum diketahui sampai saat ini.


Seseorang korban mengatakan sangat kesal terhadap tindakan POLRI/TNI hari ini karena terlalu berlebihan sebab mereka melakukan pembubaran juber di pasar tapi datang penyisiran di perkampungan ini sampai memporapogandakan serta membakar tempat tinggal kami sampai ludes terbakar habis bahkan ternak kami juga ikut di tembak di kandang-kandang. 


Lanjut korban, Honai yang dapat dibakar ini mengunakan tembakan senjata api bukan mengunakan korek api, kami melihat mereka menghamburkan tembakan dari gapura pintu masuk ke arah dapur, donai laki-laki, honai perempuan, dan kandang babi juga ikut di bakardengan tembakan. Dan tidak hanya disini tapi juga ada 4 honai laki-laki di tambah 1 honai adat serta 6 honai perempuan dan 4 dapur serta 2 kandang babi, lalu beberap ternak yang dapat ditembak.


Kami tidak mengetahui apa sebabnya mereka (POLRI/TNI) datang melakukan tindakan ini, kami hanya di honai sini namun masyarakat penjual sayur berlarian arah kesini karena rasa terauma maka datang dikejar sambil melepaskan tembakan ke arah sini lalu di adakan penyisiran di perkampung ini dengan tindakan yang sangat berlebihan terhadap masyarkat sini.


Kami juga sangat kesal terhadap pemerinta kabupaten jayawijaya karena fungsi kontrol pemerintah kurang baik untuk mengajomi masyarakat maka POLRI/TNI melakukan tindakan seenaknya, ungkap kortban singkatnya.

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »