100-an Mahasiswa Boven Digoel Tak Dapat Perhatian Pemdanya!

5:30:00 AM

Mahasiswa Boven Digoel Saat Konfrensi Pers
Jayapura  — Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua yang belajar di Kota Jayapura tak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten itu. Forum Independen Mahasiswa/i Boven Digoel (FIM-BD) se-Kota Jayapura merasa prihatin dan mendesak Pemda Boven Digoel (Bodi) memperhatikan mahasiswanya ini.

Kordinator I FIM-BD, Hendrikus Amo kepada wartawan di Waena, Kota Jayapura, Minggu (18/11) mengatakan, bantuan yang digenjot Pemda Bodi tahun 2012 kepada mahasiswa asal kabupaten yang dimekarkan dari kabupaten Merauke ini tak merata. “Bantuan tidak merata karena Pemda terbitkan pedoman 17 Sepetember 2012. Namun tidak pernah disosialisasikan kepada mahasiswa,” kata Hendrikus Amo kepada wartawan, Minggu sore.

Disebutkan, 20 Oktober 2012 hingga 30 Oktober 2012 di markas Brimob Polda Papua, Pemda Bodi memberikan bantuan sebanyak Rp 6,5 miliar.

Pemda hanya memberi bantuan kepada mahasiswa yang berasal dari Boven Digoel. Mereka yang berada di luar Boven Digoel tidak menerima bantuan tersebut, seperti dalam ‘pedoman’ yang disebutkan tadi. Namun, pihak Hendrikus mempertanyakan ‘pedoman’ yang menyebutkan, mahasiswa di luar Bodi tidak berhak menerima bantuan. “Kenapa tidak sosialisasi? Kami sangat menyesal, sementara kami mahasiswa ini punya hubungan kekeluargaan dengan Boven Digoel. Kami terpecah hanya karena isi pedoman itu,” kata Hendrikus lagi.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah menemui ketua DPRD Bodi, 11 November 2012. Menurut dia, pedoman itu tidak pernah diketahui DPRD. Setelah diterbitkan lalu digunakan sebagai pedoman yang sah, padahal DPRD belum mengetahuinya.

Mereka mendesak, paling lambat, bulan ini bantuan segera diberikan kepada lebih dari 100 mahasiswa ini. Mereka menduga, bantuan yang diberikan tidak transparan.

Stefen Mamo, kordinator kesekterariatan forum ini menuturkan, sepertinya tidak adanya penghargaan terhadap hak asasi dan tidak ada penegakan hukum bagi pihaknya. Dana yang disalurkan, kata dia, merupakan dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam bidang pendidikan. Pembagian bantuan di Markas Brimob Polda Papua dinilainya sebagai bentuk pendekatan militer oleh Pemda Bodi.

“Kami ini siapa, kalian nilai kami separatis atau siapa? kami ini mahasiswa yang menuntut ilmu di Jayapura,” kata Stefen.

Selanjutnya, Stefen mengatakan, pihaknya pernah mengajukan proposal untuk meminta bantuan studi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura. Tetapi dari Pemkot merekomendasikan sejumlah mahasiswa ini kepada Pemda Bodi. 
Sunday, November 18th, 2012 | 21:56:46 , www.tabloidjubi.com

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »