Polda Papua Pastikan Ledakan Di Wamena Berasal Dari BOM


Polisi Indonesia Berpatroli Di Papua
Jayapura - Kepolisian Daerah Papua saat ini telah memastikan kalau dua kasus peledakan didua lokasi yang berbeda di Wamena itu adalah akibat ledakan bom dengan bahan baku jenis TNT.

Kabid Humas Polda Papua AKB Gede Sumerta di Jayapura, hari ini, mengakui bahwa ledakan yang terjadi di kantor badan kehormatan DPRD Jayawijaya pada 1 September dan pos lantas Polres Jayawijaya pada 18 September berasal dari bom. Hal itu setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim labfor Mabes Polri.

Dari pemeriksaan itulah, menurut Kabid Humas Polda Papua yang didampingi Wadir Reskrim Umum AKB P Silitonga, terungkap kalau ledakan yang disertai kebakaran itu bukan hanya disebabkan bensin yang terbakar melainkan ada kandungan TNT di dalamnya.

"Hasil labfor telah memastikan kalau dalam ledakan itu mengandung TNT," tegas AKB Sumerta.

Menurut dia, untuk kedua kasus itu telah ditetapkan tujuh tersangka, masing masing untuk kasus di DPRD Jayawijaya tiga tersangka. Yakni, YD alias Y yang bertindak sebagai eksekutor sedang dua lainnya masih dalam pencarian (DPO ) yakni RH dan HK yang juga bertindak sebagai perakit bom.

Sedangkan, kasus peledakan pos lantas di Jl Irian Wamena menyeret empat tersangka, satu di antaranya wanita yakni YD,IK (wanita), NK serta HK yang juga terlibat dalam kasus peledakan di DPRD Jayawijaya dan masih buron.

Dikatakan, khusus untuk YD dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan ternyata juga terlibat dalam kasus penembakan di kawasan Nafri, Kodya Jayapura 1 Agustus 2011, yang menewaskan empat warga sipil.

"YD terlibat kasus penembakan bersama Dani Kogoya, sehingga untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan dalam kasus Nafri maka saat ini YD ditahan di Polresta Jayapura," tutur AKB Gede Sumerta. 

Share:

Search This Blog

Support

Facebook