Palsukan Tanda Tangan Pimpinan OPM Untuk Minta Pemekaran

7:03:00 PM

Julius Miagoni - Paulus Sumino
JAYAPURA—Disaat  pemerintah  Indonesia  membahas usulan  pemekaran sejumlah daerah  di Papua dan Papua Barat, justru    masyarakat   Kuyawage  terdiri dari pendeta,  tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda  dan  mahasiswa   menyampaikan aspirasi menolak  pemekaran Kabupaten  Puncak  Trikora,  baik  melalui  surat maupun  bertemu  langsung  dengan Komisi   A  DPRP.  . Merekapun  menyampaikan,  ada  kelompok-kelompok tertentu yang  memalsukan tandatangan Panglima  Tertinggi   TPN/OPM wilayah Tinggi Nambut, Goliat Tabuni  ketika  mengirim   surat  kepada   DPD  RI untuk  percepatan  pembentukan Kabupaten Puncak  Trikora.  Hanya  saja,  Komisi A DPRP  tak memperlihatkan tanggal berapa  surat  aspirasi  tersebut  diterimanya.   

Sekretaris  Komisi  A  DPRP Julius Miagoni, SH mengungkapkan hal ini ketika dikonfirmasi, Senin (8/10) terkait informasi  yang disampaikan Anggota  DPD  RI  Dapil  Papua  Drs. Paulus  Sumino  yang diterima  Bintang Papua di  Jayapura, Minggu  (7/10) bahwa  Tim DPD  RI merencanakan mengunjungi dua  Kabupaten Pemekaran di Papua masing-masing  Puncak Trikora dan Numfor pada  15-18 Oktober  mendatang. Miagoni  menyampaikan,  masyarakat Kuyawage menyampaikan  saat  ini  belum  membutuh pemekaran Kabupaten, karena  ide  ini  hanya keinginan  kelompok  tertentu yang  menyampaikan  ancaman  kepada  pemerintrah  pusat, apabila  Puncak Trikora   tak  dimekarkan, maka masyarakat  setempat  menuntut  Papua  Barat  merdeka.

Dikatakan, sebuah  daerah yang  direncanakan  dimekarkan harus  memenuhi  3  persyaratan selain persyaratan UU. Pertama, jumlah  penduduk  harus  lebih  dari 10.000 orang. Apalagi  marginalisasi  orang Papua kini menjadi isu  internasional.  Kedua, ketersediaan Sumber Daya Manusia  (SDM)   diharapkan diperhatikan  secara  bijaksana.  Ketiga, rentang kendali  juga  harus dilihat.

“Ke-3  persyaratan  ini sangat   penting  di Papua. Bila tak dipenuhi  dikwatirkan  terjadi  malapetaka, karena urusan pemekaran berarti pula  menggerus   APBN”  tukas dia.

“Silakan DPD RI  setuju  pemekaran Puncak Trikora, tapi  DPRP akan lebih selektif lagi,” imbuhnya.
Kedepan, kata dia,  pihaknya ingin mencari waktu terbaik  untuk  mempertemukan kedua kelompok  di  Puncak  Trikora  baik kelompok  pro  pemekaran maupun kelompok  tolak pemekaran, agar  keduanya  memiliki  persepsi yang sama  tentang   untung   rugi  yang didapat  dari pemekaran  tersebut.

Sebelumnya  Paulus Sumino  yang dihubungi  via  ponselnya, Minggu (7/10) menyatakan, Panglima  Tertinggi TPN/OPM  wilayah  Tingginambut    Goliat Tabuni memberikan  dukungannya menyangkut  rencana pemekaran Kabupaten  Puncak Trikora, yang berbatasan  langsung dengan Kabupaten Puncak Jaya, yang  disampaikan melalui  surat yang dikirim kepada DPD  RI.    Namun,  tak  disebutkan kapan surat dukungan tersebut diterima DPD  RI  tersebut.

Sumino mengatakan, dukungan  pemekaran Kabupaten Puncak Trikora tersebut  dilihatnya sebagai  suatu  upaya  rekonsiliasi  dari pihak  TPN/OPM.

“Kami menyambut  baik dukungan   yang disampaikan Pak  Goliat Tabuni  untuk diperjuangkan bersama semua komponen,”  lanjutnya.   

Terkait  dukungan  tersebut, kata dia, Tim DPD  RI direncanakan melihat  dari dekat persiapan pemekaran Kabupaten Puncak  Trikora pada  15-18 Oktober mendatang. Selanjutnya  Tim DPD RI   lainnya mengunjungi  wilayah pemekaran Kabupaten Numfor   yang merupakan  pecahan dari Kabupaten Biak  Numfor.

Mantan  Ketua Komisi B  DPRP ini menjelaskan,  pihaknya  menyampaikan kepada  Gubernur Papua dan DPRP  selayaknyalah membuat  grand  desain pemekaran  wilayah pemekaran  wilayah. Hal  ini dimaksud agar perjuangan pemekara Kabupaten tak  dilakukan Tim Pemekaran masing-masing Kabupate, tapi dilakukan  secara  bersama-sama.

Sebagaimana  diwartakan, DPRP  kini mulai  mempersiapkan pembahasan usulan pemekaran Kabupaten di Papua sebanyak 31 Kabupaten.

Sumber : http://bintangpapua.com

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar