search tickets in here

Dari 3000 Eksemplar Buku "Pemusnahan Etnis Melanesia" Yang Dicetak, 1500 Sudah Tersebar


Jayapura --- Buku "Pemusnahan Etnis Melanesia” Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat, karya Pdt. Socratez Sofyan Yoman, telah diluncurkan tanggal 14 September 2012 di Jakarta, dan telah dicetak sebanyak 3000 eksemplar dan yang beredar di toko-toko buku sebanyak 1500 eksemplar.


Hal ini diakui oleh Pdt. Socratez Soyan Yoman, kepada Tabloidjubi.com, di Jayapura, Jumat (28/9), sekaligus menjelaskan bahwa buku yang pernah di larang telah diluncurkan di Jakarta tanggal 14 September 2012 bersama Pusat Studi Papua Universitas Kristen Indonesia (PSP-UKI) telah meluncurkan buku karyanya pada Jumat (14/9) di Kampus Universitas Kristen Indonesia(UKI)-Cawang- Jakarta.

“Dari 3000 ribu eksemplar yang dicetak, telah beredar sebanyak 1500 eksemplar dan sekitar 150 eksemplar saya pegang dan menjualnya seharga Rp. 80 ribu, sedangkan lainnya sudah beredar di toko-toko buku di seluruh Indonesia,” ujar Pdt. Socratez Sofyan Yoman.

Socratez Sofyan Yoman menambahkan bahwa penjualan buku yang telah diluncurkan adalah untuk kelanjutan buku berikutnya yang sedang ditulisnya.

“Saya melihat buku ini mendapat dukungan banyak ilmuwan dan tokoh-tokoh nasional yang mana ikut hadir pada saat peluncuran di UKI Jakarta beberapa waktu lalu,” akuinya.

Hal ini terbukti dengan adanya  Pembicara dari latar belakang akademi menghadirkan Prof. Dr. Tamrin Tomagalo dari Universitas Indonesia dan Drs. Fritz Kiriho dari Vreij Univrsiteit Amsterdam. Poengky Indarti, SH  hadir sebagai pembicara dari Lembaga Pengawasan dan Penyelidikan Monitoring Hak Asasi Manusia di Indonesia (Imparsial). Yorrys Raweyai dihadirkan dari partai politik Golongan Karya (Golkar). Dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Adriana Elisabeth hadir sebagai pembicara. Dr. Rizal Ramli dari Rumah Perubahan juga diundang sebagai pembicara pada  peluncuran dan bedah buku itu.

“Isi buku akan mendorong orang Melanesia di pulau Papua untuk merenungkan dan membandingkan apa yang terjadi bagi orang Papua selama ini.  Orang Papua selama ini ditindas,  gampang dibunuh, dibodohi dengan cara yang tidak manusiawi. Padahal,  orang  Melanesia adalah  kekayaan atau ciptaan Allah. Maka, hati nurani saya tergerak untuk mencari akal permasalahan di balik penindasan terhadap umat Allah di tanah Papua,”kata Yoman.

Buku yang terdiri dari delapan bab  itu, menurut Yoman, intinya adalah berbicara tentang pemusnahan orang asli Papua dengan berbagai cara.  “Salah satu tujuan yang terselubung di balik semuanya ini adalah  untuk merebut kekayaan alam Papua yang melimpah. Mereka lakukan berbagai hal yang bertentangan dengan Firman Allah,” kata Pendeta Socratez Sofyan Yoman, yang dijuluki Musa atau seperti Nabi Musa oleh jemaat Baptis Papua, artinya sebagai bapa gembala yang akan membawa masa depan Papua lebih baik dalam melayani dan membela hak-haka umat Tuhan di Tanah Papua.

Buku “Pemusnas Etnis Melanesia “ adalah buku yang ke- 12 (dua belas), setelah sebelumnya ada banyak buku yang ditulis oleh Socratez Sofyan Yoman, diantaranya, Orang Papua Bukan Separatis, Pintu Menuju Papua Merdeka, Pepera 1969 di Papua Barat Tidak Demokratis, Orang Papua Bukan Separatis, Makar dan OPM.

Selain itu, Suara Gereja Bagi Umat Tertindas, Suara Bagi Kaum Tak Bersuara, Otonomi, Pemekaran, dan Merdeka/OPM, Integrasi Belum Selesai, Kita Meminum  Air Dari Sumur Kita Sendiri, Gereja dan Politik di Papua Barat, West Papua: Persoalan Internasional, dan direncanakan akan terbit lagi buku Suara Gembala Terhadap Kejahatan Kemanusiaan di Tanah Papua.
Socratez Sofyan Yoman, yang merupakan pria kelahiran kampung kecil Yalugari, Distrik Tiom, Wamena, Jayawijaya, dimana penulis menyelesaikan studi di FKIP program studi Bahasa Inggris pada Universitas Cenderawasih (1194) lalu melanjutkan studi Teologia Kristen di Institus Alkitab Tiranus (IAT) Bandung, Jawa Barat, banyak pengalaman pula yang dijalaninya semasa pelayanan, hingga kini sebagai Ketua BPP PGGB Papua yang akan berakhir masa jabatannya pada Desember 2012. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Post a Comment