Berita

Polisi Indonesia Serang Menyerang Mahasiswa Di Asrama Liborang, Abepura

Jayapura -- Beberapa Mahasiswa Asrama Liborang di Abepura diduga mengalami penyiksaan oleh polisi (27/8). Saksi mata mengatakan Polisi menyerbu masuk asrama dengan menggunakan gas air mata.

Victor Yeimo, Ketua Komite Nasioanl Papua Barat (KNPB) mengatakan pada tabloidjubi.com bahwa mahasiswa di Asrama Liborang telah diintimidasi dan diteror oleh polisi, Senin (27/08). Beberapa dari mereka kemudian dibawa ke Kepolisian Daerah (Polda) Papua untuk diperiksa.

"Pagi ini, saya ke sana (asrama Liborang) dan saya mengetahui polisi mengintimidasi mereka (mahasiswa). Saat saya di sana, beberapa dari mereka baru pulang dari Polda Papua di Jayapura. Kami kemudian mewawancarai beberapa korban dan juru bicara dari Mahasiswa." kata Yeimo kepada tabloidjubi.com (28/8).

Sebelumnya, Senin (27/8) dini hari, seorang penghuni asrama melaporkan penyerangan polisi ini kepada tabloidjubi.com melalui no hotline tabloidjubi.com di 08784800980.
"Selamat malam, saat ini jam 2 malam. Polisi geledah asrama GKi Pdt. S. Liborang Padang bulan abepura. Banyak penghuni dibangunkan paksa dan disiksa. Harap pantau." demikian sms yang dikirimkan oleh salah satu penghuni asrama tersebut.

Menurut Yeimo polisi menyerang asrama Liborang dengan gas air mata. Penyerangan dilakukan sejak pukul 11.00 PM. Polisi menyerbu gedung dan menghancurkan fasilitas di dalam asrama, kemudian menangkap dan menyiksa mahasiswa. Yeimo menduga polisi melakukan penyerangan karena sebagian besar penghuni asrama berasal dari suku yang sama dengan Mako Tabuni.

Saksi lainnya mengatakan bahwa tidak mengetahui apa sebab polisi menyerang asrama Liborang tersebut. Namun sebelumnya, seorang bernama Yalli Walilo (26) yang dikatakan tewas dipukul oleh massa di dekat rumah Nehemia Mabel (Anggota MRP). Jenazah Yalli Walilo kemudian dibawa ke Asrama Liborang. Beberapa jam kemudian (pukul 22.00 WIT), beberapa mahasiswa dari asrama tersebut pergi ke lokasi dimana Yalli Walilo ditemukan tewas untuk mencari tahu penyebabnya. Namun sekelompok massa dikatakan menghalangi mereka sehingga mereka kembali ke asramanya.

Pukul 23.00 WIT, menurut penghuni asrama, polisi datang dan langsung masuk ke dalam asrama tanpa peringatan atau negoisasi terlebih dulu.

"Ada dari mereka yang distrom dan dicabut kukunya juga." kata Yeimo.

Warga di sekitar asrama menduga bahwa tindakan polisi ini terkait dengan kerusuhan sebelumnya di perumahan Organda yang menyebabkan satu orang tewas.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.