search tickets in here

Indonesia Rencanakan Boyong OAP Untuk Kampanye Tandingan LUSH Di Australia

Jayapura -- Ketua Klasis Kota Jayapura, Pdt. Willem Itaar menyatakan tidak akan atau batal berangkat bersama delegasi Papua yang direncanakan akan berangkat ke Australia pada September mendatang seperti isu yang sedang menghangat di jejaring sosial facebook beberapa hari terakhir.

“Saya juga jadi bertanya, kenapa saya yang diminta kesediaan untuk ikut. Setelah saya cek, alasannya karena saya selalu tampil di media massa untuk bicara tentang pembangunan, gereja, soal hidup di Papua. sebagai pimpinan Gereja di Klasis Jayapura, kami memang sedang berupaya keras untuk melakukan pemberdayaan ekonomi gereja dimana kami berencana, lokasi ini (Gedung Kantor Klasis - red) mau dibangun business center,”  kata Itaar kepada tabloidjubi.com, Rabu(29/8) di Kantor Klasis Jayapura Kota.

Menghangatnya isu keberangkatan 10 orang delegasi Papua pada September 2012 mendatang sebagai balasan atas Kampanye Perusahaan Kosmetik Inggris di Australia beberapa waktu lalu yang memasang Bendera Bintang Kejora di kaca toko mereka serta membagikan brosur kepada pelanggan dan menjual parfum edisi terbatas yang dananya akan disumbangkan pada Gerakan Papua Merdeka.

“Isu yang saya dapat dari pihak yang akan memberangkatkan saya ke Australia itu isu tentang masalah pemberdayaan ekonomi gereja, selaras dengan pikiran saya. Saya sama sekali tidak terbawa dalam pikiran politik. Saya sedang berpikir seperti itu setelah 2-3 hari terakhir ini, saya diberitahu bahwa nama saya sedang disebut-sebut di internet. Saya kemudian menggumuli, apakah keputusan saya salah atau saya salah menempatkan diri. Apakah informasi itu yang saya salah dengar atau saya sendiri yang tidak baca suasana itu,” kata Itaar yang mengaku telah dihubungi oleh pihak Badan Intelijen Negara (BIN) untuk rencana keberangkatan ini.

Menurutnya, dirinya sama sekali tidak mewakili gereja tapi karena terbangun dan terbawa oleh semangat membangun ekonomi itu berdasarkan pesan yang ditangkap adalah menjalin kemitraan ke mitra-mitra di Australia.

“Saya memutuskan untuk tidak berangkat dengan delegasi ini setelah menggumuli masalah ini dalam beberapa hari terakhir,”  kata Itaar.

Sebanyak 10 nama delegasi Papua yang direncanakan akan berangkat ke Australia pada September mendatang adalah Vitalis Yumte (Ketua MRPB), Pdt. Willem Itaar, S.Th (Ketua Klasis GKI Kota Jayapura), Franklyn Umpain (Ketua II LMA Papua Barat), Valentinus Wainarisi (Sekretaris LMA Papua Barat), Zeth Freed Ohoiwutun (Sekretaris LMA Kota Jayapura), Oalok Kayo Hubi (Ketua LMA Pegunungan Tengah), Charlus Wandikbo (Sekretaris LMA Pegunungan Bintang), Habelino Rumphi ALonso Sawaki (Tokoh Pemuda GMPI), Mariana Imelda Kabey (Direktris LSM Matahari Papua), Fibra Satyagraha Karim (Sekretaris LSM Matahari Papua).

Sementara itu, Albert Yoku, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua menanggapi rencana ini menyatakan keberangkatan Pdt. William Itaar bukan atas mandat dari gereja. “Itu atas kehendaknya sendiri dan tidak mewakili GKI di Tanah Papua,”  kata Yoku yang dikonfirmasi tabloidjubi.com via Rabu(29/8).