Berita

Constan Karma Membenarkan Adanya Densus 88 Di Papua

Jayapura -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, drh. Constan Karma mengakui adanya Detasemen  Khusus Anti Teror (Densus 88) di Kepolisian Daerah (Polda) Papua. Meski mengaku tak bisa membedakan antara Polisi biasa, Brigade Mobil (Brimob) dan Densus 88, Karma mengatakan kepada stasiun Televisi Australia, ABC, jika Densus 88 memiliki tugas khusus di Polda Papua.

Dilansir oleh ABC (28/8), Hayden Cooper, Jurnalis ABC telah mewawancarai Sekda Papua ini, terkait keterlibatan Densus 88 dalam pembungkaman aktivis Papua yang diduga pendukung Gerakan Papua Merdeka, salah satunya adalah penembakan terhadap Mako Tabuni, Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

"Saya tidak benar-benar tahu tentang Papua Barat, tetapi di Polda Papua ada juga Densus 88 yang bertugas." kata Constan Karma saat ditanyakan apakah dirinya pernah melihat Densus 88 atau menyadari Densus 88 beroperasi di Papua.

Kepada ABC, Karma mengatakan sejauh yang ia ketahui, Densus 88 melakukan tugas khusus untuk polisi.

Mengenai keterlibatan Densus 88 dalam tindakan terhadap para pemimpin gerakan kemerdekaan Papua atau anggota KNPB yang telah ditahan oleh Polisi (Buchtar Tabuni CS) Karma mengaku tidak tahu persis tentang itu.

"Saya tidak tahu persis karena itu adalah markas polisi. Saya tidak tahu persis perbedaan antara polisi biasa, Brimob dan Densus 88. Saya tidak bisa membedakan, karena mereka semua polisi." kata Karma.

Pemerintah Australia, diduga terlibat dengan sederetan pembunuhan, penyiksaan dan penangkapan aktivis di Papua. Penyediaan biaya training dan peralatan bagi Detasemen Khusus Anti Teror yang dikenal sebagai Densus 88 oleh Australia Federal Police (AFP) disinyalir telah disalahgunakan untuk operasi berdarah di Papua. Kontra Terorisme Densus 88 disebut-sebut telah meluas di Papua menjadi Kontra Separatis. 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.