search tickets in here

Pangdam XVII Perintahkan Kejar Kelompok Lambert


Jayapura - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Moh Erwin Syafitri telah mengeluarkan perintah kepada jajarannya untuk mengejar kelompok Organisasi Papua Merdeka pimpinan Lambert Pekikir yang bermarkas di daerah perbatasan RI-Papua Nugini, tepatnya masuk daerah kabupaten Keerom, Papua.

Komandan Komando Distrik Militer 1701/Jayapura, Letkol Inf Rano Tilaar mengatakan pihaknya sudah mendapatkan perintah langsung dari Pangdam dan saat ini terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Lambert Pekikir di daerah Keerom.

"Pangdam meminta pengejaran kelompok OPM pimpinan Lambert Pekikir sampai mereka dapat dihancurkan," kata Rano Tilaar, di Jayapura, Rabu (4/7).

Sebelumya, pada Minggu (1/7) yang diperingati sebagai hari ulang tahun kelompok Organisasi Papua Merdeka menjadi ajang pengibaran bendera di sejumlah wilayah di Papua termasuk kota Jayapura.

Tak hanya pengibaran, OPM kelompok Lambert Pekikir yang bermarkas di daerah Perbatasan RI-Papua Nugini tepatnya di kabupaten Keerom, juga menembaki mobil milik Danyonif 431 yang melewati daerah Sawiyo Tami, Wembi.

Kelompok pimpinan Lambert  Pekikir  juga dilaporkan menembak mati seorang kepala desa Sawiyo Tami, Johanis Yanafrom yang saat kontak tembak dengan pihak TNI, kebetulan sedang melintas dengan mengendarai sepeda motor untuk pulang kerumahnya.

Korban Johanis Yanafrom tewas ditempat dengan dua peluru menembus bagian kepala dan perutnya. Usai penembakan kelompok OPM itu berhasil melarikan diri masuk daerah perbatasan RI-PNG.

Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen Erwin Syafitri mengatakan pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis tersebut.

Dilaporkan dari hasil pengejaran itu, TNI berhasil menemukan sebuah senjata api rakitan dan selonsong peluru jenis double lop di dekat lokasi penghadangan dan kontak tembak TNI dan OPM.

Menurut informasi Pangdam Erwin Syafitri, Senjata api rakitan yang ditemukan, jenisnya sama dengan yang digunakan anggotanya Lambert Pekikir.

Ini terlihat dari video streaming yang kami peroleh tentang kegiatan Lambert.  Dimana dalam video terlihaat anak buahnya menggunakan senjata api seperti yang ditemukan mengawal Lambert Pekikir sedang berpidato minta pengibaran bendera Bintang Kejora.

Sementara pimpinan kelompok OPM yang di buru, Lambert Pekikir dalam pesan singkatnya membantah melakukan penembakan pada kepala desa Sawiyo Tami, Johanis Yanafrom. Lambert bahkan mengatakan jika Johanis adalah anggota mereka.

"Untuk penghadangan TNI dan kontak tembak itu kami lakukan. Tapi kami tak menembak Johanis karena dia adalah adik dan anak saya juga," kata Lambert Pekikir lewat ponselnya. 

Sumber : tabloidjubi.com