MRP Tolak Rencana Pemekaran 18 Kabupaten

4:00:00 PM
KRBNews, JAYAPURA -  Adanya wacana Papua akan memekarkan 18 kabupaten baru, mendapat tanggapan dari  Ketua MRP Timotius Murib.

Menurutnya,” berbicara mengenai pemekaran memang penting  bila dilakukan sesuai aspirasi  rakyat, namun pengalaman pemekaran di Papua tidak serta merta membuat masyarakat asli Papua sejahtera tapi pemekaran itu belum berdampak.

Dampak pemekaran sangat luas,  namun belum ada dasar konkrit dari pemekaran yang menyatakan masyarakat asli Papua sembuh dari kesakitannya. Belum tentu pemekaran akan membuat  sembuh sakit penyakit orang asli Papua, justru sebaliknya memperbanyak sakit orang Papua.

Wacana pemekaran 18 Kabupaten di Papua, selain tak mensejahterakan  penduduk asli, dampak lain yang mesti dipertimbangkan adalah kesiapan dan tingkat partisipasi orang asli Papua, yang menurut Murib belum siap dengan pemekaran. Murib mengatakan, jangan sampai wacana pemekaran ini, justru dihembuskan oleh segelintir orang  untuk kepentingan tertentu dan bukan kepentingan orang asli Papua yang ada di ke 7  zona adat.

Pemekaran dilakukan, bila masyarakat asli atau penduduk asli Papua sudah siap, selain itu hal yang mendapatkan perhatian adalah syarat syarat administrasi, namun belakangan orang asli Papua stres dengan pemekaran,  jadi sebaiknya tidak usah. Untuk masalah pemekaran, sambung Murib, MRP nyatakan tidak ada pemekaran untuk Papua dalam jangka waktu 50  hingga 100 tahun. Sekali lagi Pansus Pemeran MRP sudah ada, pansus  ini bertugas mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat asli Papua tentang perlu tidaknya pemekaran dilakukan diPapua, namun sekali lagi  MRP tegaskan, tidak ada pemekaran  pemekaran dilakukan diPapua. 

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »