Berita

Indonesia Terus Melakukan Penambahan Militernya Ke Papua


MAKASSAR - Sebanyak 650 prajurit TNI dari Yonif 721 Makkasau, diberangkatkan ke perbatasan Republik Indonesia (RI)-Papua Nugini (PNG), Senin (16/7). Personel satuan tugas yang diberangkatkan itu menumpangi Kapal Perang KRI Banjarmasin 592.

Para prajurit TNI dari Yonif 721 Makkasau akan menggantikan Satgas Yonif 142 yang sudah bertugas selama enam bulan di perbatasan RI-PNG. Sebelumnya, satgas yang dipulangkan juga berjumlah 650 personel. Satgas Yonif 721 Makkasau nantinya akan ditugaskan selama 6 bulan untuk menjaga keamanan di perbatasan RI dengan Papua Nugini.

"Rutin tiap enam bulan dilakukan pergantian pasukan untuk menjaga keamanan perbatasan RI-Papua Nugini. Prajurit yang diberangkatkan berjumlah 650 personel dari Satgas Yonif 721," ucap Perwira Operasi Batalyon 721 Makkasau, Lettu Inf Diyan Mantofani, Senin, (16/7/2012).

Ketua DPRD Sulsel Moh Roem yang memimpin upacara pelepasan berharap pasukan yang diberangkatkan agar bisa menjaga keamanan di perbatasan secara maksimal. Dia mengharapkan prajurit TNI nantinya mampu memberikan segala aspek bentuk pengabdian kepada masyarakat di perbatasan dengan meningkatkan ketahanan pangan.

Apabila pengabdian model ini mampu diterapkan serta dikembangkan di daerah penugasan, akan sangat berarti baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat maupun pembentukan opini positif keberadaan prajurit yang bertugas.

"Hal-hal tersebut penting mengingat sebagian besar wilayah di sekitar pos-pos pengamanan perbatasan adalah berpenghuni dan berpenduduk sehingga perlu adanya kegiatan-kegiatan binter yang substansinya untuk mengayomi serta membantu masyarakat setempat, dalam hal ini menangani masalahnya," katanya.

Moh Roem menambahkan, jati diri, falsafah dan budaya Siri'Na Pacce yang dimiliki prajurit TNI, kiranya dapat diterapkan dan dipegang teguh agar mampu menjadi spirit moral serta kekuatan tersendiri bagi prajurit tersebut.

"Jika nilai budaya Siri' Na Pacce ini dapat diaktualisasikan dalam setiap langkah dan tindakan, saya yakin berbagai dinamika yang terjadi di lapangan akan mampu dihadapi secara proporsional dan profesional serta jauh dari pelanggaran-pelanggaran yang justru dapat merugikan eksistensi satuan yang bertugas. Yang tak jauh pentingnya para prajurit juga harus mengenali, menghormati serta menghargai budaya lokal agar berbagai upaya yang dilakukan di wilayah penugasan tidak memberikan ekses negatif bagi kehidupan masyarakat setempat," harapnya.

Pelepasan prajurit TNI Yonif 721 Makkasau itu dilakukan oleh Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Moh Roem dan disaksikan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen Muh Nizam dan Wakapolda Sulselbar, Brigjen Pol Syahrul Djati Mamma beserta jajarannya.

Sumber : kompas.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.