Aksi

Aksi Damai Mahasiswa Papua D.I.Yogyakarta Di Bubarkan Secara Paksa Oleh TNI/POLRI

TNI & Polisi Saat Menghadang Massa Aksi
KRBNews, Yogyakarta - Puluhan massa dari Mahasiswa Papua yang berdomisili di Daerah Yogyakarta pada hari ini ( Selasa, 26 Juni 2012 ) melakukan aksi demo di daerah Condong Catur, Sleman, Yogyakarta. Massa aksi mulai berkumpul di titik kumpul ( depan Terminal Condong Catur ) pada pukul 10.30 WIB sambil menunggu kedatangan Boediono ( Wapres Indonesia ) yang diinfokan akan tiba di Yogyakarta pada pukul 12.30 WIB dan akan beristirahat sejenak di kediamannya di Condong Catur, Sleman, Yogyakarta.

Namun setelah Militer Indonesia ( TNI/POLRI ) melihat massa yang telah bersiap melakukan aksi demo, maka para petugas keamanan Kepresidenan ini pun mengalihkan jalur kedatangan Boediono melalui jalur Alternatif yang telah disediakan.

Awalnya Aksi Damai ini akan diadakan di jalur yang akan dilewati oleh Wakil Presiden Indonesia ( Boediono ) dan long marsc menuju ke tempat kediaman Boediono, tetapi setelah melihat jalur yang akan dilewati Boediono telah dialihkan ke jalur yang lain, maka Korlap dan massa aksi pun memutuskan untuk melakukan long marsc menuju kediaman Boediono.

Namun ketika hendak menuju tempat kediaman Boediono, massa aksi dihadang oleh Puluhan aparat Kepolisian Indonesia yang memblokade jalan menuju kediaman Boediono. Massa aksi pun berhenti sejenak sambil menunggu arahan dari koordinator lapangan yang telah dipercayakan untuk melakukan negosiasi dengan aparat Kepolisian Indonesia yang sedang memblokade jalan. setelah menunggu beberapa saat namun dan belum adanya kepastian dari kepolisiaan, maka korlap pun mengarahkan massa aksi untuk melangkah maju, tetapi ketikan hendak maju, massa aksi di dorong mundur oleh aparat kepolisian yang sedang memblokade jalan, karena tidak terima dengan dorong yang dilakukan aparat, maka massa aksi dan kepolisianpun mulai melakukan aksi saling dorong beberapa saat dan massa aksi pun berhasil membobol blokade kepolisian pada ring satu ini.

Setelah berhasil membobol blokade dari kepolisian ( ring satu ), massa pun melanjutkan long marsc menju kediaman Boediono, namun dalam perjalanan massa aksi kembali di blokade oleh aparat gabungan ( TNI/POLRI ) dengan jumlah personil yang lebih banyak dari personil di ring satu. Setelah dihadang oleh blokade aparat gabungan ini, maka massa berhenti sejenak menunggu komando dari korlap sambil meneriakan yel - yel : Papua...Merdeka....Papua...Merdeka....Papua Merdeka dan sambil ber orasi - orasi. kordinasi yang lama antara aparat TNI/POLRI mengakibatkan ketegangan antara massa aksi dan pihak kepolisian yang akhirnya saling dorongpun terjadi. Karena melihat jumlah massa aksi yang kalah jumlah dengan Aparat Gabungan ini, korlap pun memutuskan untuk meminta massa untuk mundur dan menyudahi aksi demo.

Berikut Pernyataan Sikap Mahasiswa Papua Di Yogyakarta : 

“ TARIK MILITER DARI SELURUH TANAH PAPUA ” 

1.      Tarik Militer Organik dan Non Organik Dari Seluruh Tanah Papua
2.      Bubarkan Kodam, Batilion 753 Nabire dan Batalion 756 Wamena
3.      Tutup Penambangan Ilegal di Degeowoo dan Di Seluruh Tanah Papua
4.      Buka Ruang Demokrasi Yang Seluas – Luasnya Di Tanah Papua
5.      Bebaskan Tapol/Napol Di Papua Tanpa Syarat

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.