SMC pertanyakan penyelidikan kematian warga Jerman

KRBNews, Jakarta - Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan mempertanyakan penyelidikan Polda Papua atas kematian warga Jerman Dietmer Pieter di Papua.

"Kasus ini harus segera diungkap secara transparan untuk menunjukkan keseriusan polisi," kata Syahganda melalui surat elektronik di Jakarta, Senin, menanggapi pernyataan Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi BL Tobing di Jayapura, Sabtu (2/6) terkait masih dilakukan pengejaran pada pelaku.

Turis asal Jerman Dietmer tewas ditembak orang tak dikenal di Pantai Base G, Jayapura pada Selasa (29/5), dan hingga kini belum dapat mengungkap baik motif maupun pelakunya.

Menurut dia, Polri tidak boleh lamban dalam menangani kasus itu demi mempertaruhkan nama baik Indonesia di mata internasional.

Kelambanan pengusutan dalam menuntaskan tragedi kematian warga asing akan memberi cap bahwa pemerintah kesulitan menangani masalah keamanan di Papua.

Ia menambahkan kasus tewasnya warga Jerman telah menurunkan citra Indonesia dalam hal keamanan yang tidak kondusif terutama di Papua.

Pemerintah, katanya, seperti dilematis karena pada satu sisi harus menghadapi bentuk ancaman separatisme yang sering muncul di wilayah Papua sedangkan di sisi lain atas berkembangnya gangguan keamanan di Papua, juga kerap menyebabkan adanya risiko pada warga sipil.

Sebelumnya, kata Syahganda, insiden penembakan terhadap masyarakat sipil dialami oleh guru SD, tukang ojek, serta pengemudi taksi sehingga memerlukan tindakan tegas aparat dalam menjaga kondisi keamanan di Papua.

Terbunuhnya seorang warga di Pasar Sentani, Jayapura, pada Senin ini pun semakin menambah daftar keprihatinan yang dialami warga sipil, katanya.

Ia menyebutkan, terjadinya pembakaran pasar berikut penyerangan sejumlah fasilitas tertentu mengindikasikan persoalan keamanan di Bumi Cenderawasih itu tidak cukup mudah untuk diatasi.

Syahganda menegaskan, penyelesaian atas situasi Papua tidak hanya cukup dengan menegakkan keamanan semata tetapi harus diimbangi pemerintah pusat melalui upaya membangun tanah Papua yang berkeadilan dan bermartabat, baik secara politik dan ekonomi. 

Share:

Search This Blog

Support

Facebook