Berita

Sang Bintang Kejora Berkibar Dalam Prosesi Pemakaman Pejuang West Papua " Mako Tabuni "

KRBNews, Papua - Proses pemakaman jenazah Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat, Mako Tabuni, diwarnai aksi pengibaran bendera Bintang Kejora yang dilakukan pendukungnya.

Dihadiri sekitar seribu orang pendukungnya, jenazah dimakamkan di Kampung Sereh, Kabupaten Sentani, Papua, sekitar pukul 17.30 Waktu Indonesia Timur.

"Para pendukungnya mengibarkan dua bendera Bintang Kejora dan satu bendera Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di lokasi pemakaman," kata wartawan Pasific Post, Bertha Sinaga, yang meliput proses pemakaman, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Sabtu (16/06) petang.

Menurut Bertha, peti jenazah -- yang ditutupi bendera Bintang Kejora -- sempat diarak para pendukungnya dari kediamannya menuju ke lokasi pemakaman yang berjarak sekitar 1 km.

"Tidak ada yel-yel, atau teriakan, kecuali nyanyian para ibu-ibu yang di sini disebut ratapan," demikian laporan Bertha.

Proses arak-arakan dan pemakaman jenazah sendiri berlangsung tertib. "Dan, aparat keamanan hanya melihat dari kejauhan, yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi pemakaman," tambahnya

Usai pemakaman, para pendukungnya secara bergantian dan terpencar meninggalkan lokasi pemakaman secara tertib.

Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan, sempat terjadi perdebatan antara keluarga dan otoritas keamanan tentang lokasi pemakaman Mako Tabuni.

Pihak Komite Nasional Papua Barat disebutkan meminta jenazah Mako Tabuni untuk dimakamkan di samping makam tokoh Papua, Theis Hio Eluay, namun hal ini tidak terealisasi.

Informasi tentang perdebatan lokasi pemakanan ini belum terklarifikasi, karena sampai Sabtu sore, BBC Indonesia belum berhasil menghubungi otoritas keamanan di Papua.

Dihubungi melalui telepon genggamnya, Kadispen Polda Papua AKBP Yohannes Nugroho, Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, serta Kepala Penerangan Kodam XVII Cendrawasih Letnan Kolonel Ali Hamdan Bogra, tidak mengangkatnya.

Namun menurut pemantauan Bertha, aparat keamanan melakukan penjagaan cukup ketat di sejumlah lokasi di Jayapura, Abepura dan Sentani.

"Sangat banyak aparat polisi dan TNI," kata Bertha.

"Namun sampai proses pemakaman berakhir tadi sore, situasi relatif aman," lanjutnya.

Walaupun demikian, sejumlah masyarakat di Jayapura, Sentani dan Abepura, sempat termakan isu akan adanya arak-arakan pendukung Mako Tabuni yang mengancam akan membalasdendam kematian pemimpinnya.

"Akibatnya sejak pukul 5 sore WIT, sebagian warung, pasar swalayan, dan toko kecil, memilih tutup," lapor Bertha.

Keterangan resmi kepolisian menyebutkan, Mako Tabuni tewas tertembak peluru aparat pada Kamis (14/06), karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Yang bersangkutan disebut pula membawa senjata api.

Tidak lama setelah penembakan itu, kerusuhan pecah di sebuah kawasan di Kabupaten Abepura, yang menyebabkan sejumlah rumah, kendaraan roda empat dan roda dua terbakar. Seorang warga sipil pendatang dilaporkan terluka parah akibat serangan kelompok perusuh.

Polisi menyebut pelaku kerusuhan adalah pendukung Mako Tabuni.

Walaupun kerusuhan akhirnya dapat ditangani, kelompok anti kekerasan dan pegiat HAM tetap mempertanyakan cara penangkapan Mako tabuni oleh aparat kepolisian, yang mereka anggap tidak sesuai prosedur.

Mereka juga mempertanyakan klaim polisi yang menyebut memiliki bukti-bukti kuat tentang dugaan keterlibatan Mako dalam aksi kekerasan belakangan di Papua.

Sumber : http://news.okezone.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.