search tickets in here

Polri Kirim Tim Ungkap Kasus Penembakan di Papua

KRBNews, Jakarta- Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar menegaskan, guna mengungkap sejumlah aksi penembakan yang menewaskan beberapa warga sipil, Mabes Polri telah mengirim tim khusus ke Papua.

"Tim Khusus Bareskrim Polri sudah ada di Papua untuk melakukan penyidikan. Untuk mengungkap kejadian di Jayapura," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, (8/6).

Boy menuturkan, untuk mengamankan kondisi Papua, semua aparat diminta tetap siaga. "Tanpa harus diminta status siaga pun semua dalam kondisi mengerahkan pengamanan," imbuhnya.

Menurutnya, penembakan terakhir yang terjadi pada malam hari, hingga saat ini aparat di sana masih melakukan penyidikan. Terkait itu, polisi telah memeriksa 12 orang saksi dari warga sipil untuk dimintai keterangan seputar aksi penembakan terhadap wisatawan Jerman, Dietmar Pieper, 55 tahun, seusai berenang di Pantai Base G, Jayapura, Papua, pukul 12.00 WIT, Selasa (29/5) oleh orang tak dikenal.

"Telah dilakukan pemeriksaan 12 saksi dari masyarakat. Proses pemeriksaan dan penyelidikan masih berjalan," pungkasnya.

Pascapenembakan itu, kembali Anthon Arung Tandila, 36 tahun, seorang guru SD Inpres Dondobaga, kampung Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Selasa malam (29/5), pukul 19.30 WIT, ditembak orang tak dikenal (OTK) hingga tewas di rumahnya.

Aksi tersebut terjadi saat warung sembako milik korban didatangi seorang pembeli yang hendak membeli gula pasir. Saat melayani pembeli tersebut, korban ditembak dari luar rumah yang merangkap kios.

Berdasarkan keterangan istri korban, Elvi Jami, 30 tahun, pelaku berbadan tinggi besar dan menggunakan jaket hitam bertudung itu, menembak satu kali dan mengenai pipi kiri tembus ke telinga belakang, mengakibatkan suaminya itu tewas di tempat kejadian.