Polisi Tembak Mati Warga, Jayapura Mencekam

  Warga memblokir akses menuju kediaman kediaman para petinggi Papua.

Rakyat Papua Turun Memblokade Jalan

KRBNews, Jayapura - Situasi Kota Jayapura mencekam pascapenembakan polisi terhadap warga sipil kemarin malam. Ratusan warga memblokir akses menuju kediaman kediaman para petinggi Papua seperti Gubernur, Pangdam, Kapolda, dan Kepala Kejaksaan Tinggi.

Pantauan Media, ratusan orang sejak pagi tadi berkerumun di Jalan Sam Ratulangi Dok V Yapis, Jayapura, Papua, Kamis 7 Juni 2012. Massa memblokir jalur utama di kota Jayapura sambil menunggu jenazah Teyu Tabuni (20) yang menjadi korban penembakan polisi.

Lokasi ini di ruas jalan ini juga merupakan lokasi penembakan yang terjadi semalam di warung kopi. Teyu diduga ditembak petugas karena akan melakukan pemalakan atau pemerasan terhadap pemilik warung.

Kerumunan warga yang memblokir jalur utama Jayapura itu membuat akses lalu lintas terganggu. Kapolres Jayapura Ajun Komisaris Besar Polisi Alfred Papare dan Komandan Kodim 1701 Letnan Kolonel Rano Tilaar terlihat di tengah-tengah kerumunan massa.

Kapolresta dan Dandim berupaya negosiasi dengan warga untuk dapat membuka akses jalan yang berada di depan Kompleks Pendidikan Yapis Dok V itu. Tetapi warga menolak dan bersikukuh bertahan.

Bahkan, warga mendirikan tenda di tengah jalan sembari menunggu jasad Teyu yang masih diotopsi di Rumah Sakit Dok 2 Jayapura. Warga menolak membubarkan diri.

Akibat pemblokiran ini, sejumlah pertokoan di pusat kota memilih tutup. Aparat gabungan dari polisi dan TNI bersiaga di lokasi kejadian dengan bersenjata lengkap.

Alfred sendiri mengakui bahwa anak buahnya melakukan penembakan terhadap Teyu semalam. Penembakan diduga karena korban melakukan pemerasan. "Salah satu anggota mengejar dan mengeluarkan tembakan peringatan 3 kali. Tapi korban tetap lari sehingga ditembak," kata Alfred di tengah kerumunan massa. 

Sumber : http://nasional.vivanews.com

Share:

Search This Blog

Support

Facebook