Berita
KRBNews, Jakarta - Setelah rentetan aksi penembakan di Papua belakangan ini, Polri menyatakan bahwa kondisi keamanan bumi cendrawasih itu kini dinyatakan kondusif, meski pelakunya masih berkeliaran.

"Papua, khususnya di Abepura sudah cukup kondusif, meski masih banyak yang khawatir," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Selasa (12/6).

Meski belakangan terjadi aksi penembakan, Polri tidak memberlakukan jam malam di Papua. Selain itu, Saud menegaskan, sesuai fakta di lapangan, beberapa insiden penembakan bukan bermuatan politik, tapi murni tindakan pidana.

"Kami melihatnya faktual, bukan perkiraan intelijen dan politis. Ini pidana murni, kalu dalam pengungkapan ada modus lain, akan disampaikan," tandasnya.

Menurut Saud, pihaknya belum menemukan keterkaitan antar kasus-kasus penembakan yang terjadi di Papua selama belakangan ini. "Belum ada jaringan atau link yang sama, masing-masing kasus beda," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai data tindakan kekerasan di Papua yang terjadi selama 18 bulan terakhir, korban berjatuhan hampir di semua kota wilayah Papua, antara lain; Sorong (1 orang warga sipil meninggal), Puncak Jaya (7 orang aparat meninggal dan 1 luka serta  5 orang warga sipil meninggal dan 2 luka).

Kemudian, di Mulia (1 orang aparat meninggal), Wamena (1 orang aparat meninggal), Abepura (4  warga sipil meninggal),  Jayapura (1 aparat meninggal dan 5 warga sipil meninggal),  Meroke ( 2 aparat meninggal), Timika/Mimika (3 aparat meninggal dan 1 luka serta 8 warga sipil meninggal dan 3 luka), dan Paniai (1 warga sipil meninggal dan 4 luka). 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.