Berita

Komisi I DPR: Penembakan Papua Bermotif Politik


KRBNews, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menilai, maraknya insiden penembakan terhadap warga sipil di Papua, seperti dialami wisatawan Jerman Dietmar Peiper dan guru SD Inpres Dondobaga, Anton Arung Tambila, bermotif politik.

"Penembakan terakhir di Papua lebih bermotif politik. Situasi di Papua semakin tak kondusif, setelah adanya berbagai penembakan terhadap pengendara sepeda motor, kemudian disusul tembak menembak kelompok tertentu dengan aparat TNI-Polri, hingga guru SD," paparnya di Jakarta, Jumat (1/6).

Rangkaian penembakan di Papua saat ini telah bergeser dan bukan lagi dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), tapi oleh kelompok bayaran, demi kepentingan ekonomi dan politik. Di bidang ekonomi, terjadi perebutan program atau proyek oleh segelintir elit daerah, bahkan mungkin elit di pusat, seiring terus mengalirnya proyek ke Papua.

Sementara di bidang politik, perebutan kekuasaan yang berkolusi dengan mereka yang memegang senjata, semakin kental. Kasus penembakan terhadap pesawat Trigana dan disusul penembakan terhadap tukang ojek, wisatawan Jerman, dan guru SD mengindikasikan adanya penembakan bermotif  politik, bukan masalah OPM.

"Saya berharap agar aparat intelejen TNI dan Polri  mencermati masalah ini dan melakukan tindakan di lapangan secara proporsional dan profesional. Aparat jangan bermain di air keruh hanya untuk kepentingan sesaat," tegasnya.

Selain itu, untuk meredam aksi tersebut, hukum harus ditegakan, khususnya pemberantasan korupsi. Siapapun pelaku korupsi harus diseret kemeja hijau. Koruptor-koruptor elit itulah yang kadang berlindung dalam isu referendum.

Kemudian, UP4B walaupun awalnya sedikit tersendat, tapi sekarang cukup efektif, setidaknya dalam mengidentifikasi masalah dan menyerap aspirasi rakyat pada arus bawah. Agar program pemerintah pusat bisa berjalan efisien dan efektif UP4B perlu diberi kewenangan yang lebih besar terutama pada bidang kontrol dan kendali. 


About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.