Berita

Istana minta Kepolisian tindak tegas pelaku kekerasan dan penembakan di Papua.

Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyatakan situasi di Papua masih labil sehingga perlu ditangani serius oleh aparat keamanan menyusul rangkaian aksi penembakan misterius dan meningkatnya tindak kekerasan di berbagai wilayah Papua.


Aktifis Papua Sedang Memegang Foto Korban Kekerasan 
TNI
KRBNews, Jakarta - Dalam tiga hari terakhir telah terjadi peristiwa penembakan dan kekerasan yang mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban.

Catatan Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, KontraS  menyebut pada 4 Juni 2012, satu orang anggota organisasi massa tewas, satu orang luka tembak, dan seorang lainnya menjadi korban penganiayaan di Jayapura

Sementara sehari berikutnya telah terjadi penembakan misterius kepada tiga orang. Dua diantaranya adalah anggota militer dari Kodam 17 Cendrawasih Papua, sedangkan seorang lainnya warga sipil.

Khusus terkait kasus penembakan misterius, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengungkapkan masih terdapat kelompok pengacau keamanan.

“Papua ternyata masih sangat labil. Artinya masih ada gerakan kelompok pengacau keamanan di sana yang memang harus disikapi dengan tegas. Kalau tidak, maka akan terus ada  kejadian yang tidak kita inginkan.” Kata Julian.

Selain itu, tabloidjubi.com menulis telah pula aksi kekerasan di Wamena yang melibatkan warga sipil dan anggota militer kemarin (6/06).

Kejadian berawal dari peristiwa tertabraknya seorang anak oleh anggota militer yang membuat marah warga setempat dan berujung pada tewasnya seorang anggota militer.

Insiden itu memicu aksi balas dendam dari anggota militer dari Batalyon 756 yang membakar rumah warga.
Kepala Penerangan Daerah Militer Cendrawasih Papua, Letnan Kolonel, Ali Hamdan Bogra kepada Radio Australia mengakui anggotanya sempat turun ke kota Wamena.

“Jadi yang jelas anggota kita marah dan turun dari Batalyonnya ke kota Wamena tapi sudah ditahan oleh para perwiranya bekerja sama dengan Kodim.” Ungkap Ali Hamdan Bogra.
Dia membantah ada anggota militer yang melakukan pembakaran.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.