Berita

Frans Ansanaya : Papua Tak Kondusif, SBY Tak Etis Pergi ke Luar Negeri

KRBNews, JAKARTA - Pengamat Papua, Frans Ansanaya, menilai keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Mesiko untuk menghadiri KTT G-20 di tengah tidak kondusifnya Papua sangat tidak etis.

"Kalau ada persoalan di Tanah Air, harusnya datang dulu ke daerah tersebut. Tanya persoalannya apa. Setelah ketemu duduk permasalahan, perintahkan menterinya untuk bekerja," ujar Frans

Dia juga menyesalkan pernyataan Presiden SBY yang menyebutkan jumlah korban di Papua tidak sebanding banyaknya dengan daerah lain. "Persoalannya bukan soal jumlah, tapi jatuhnya korban itu sendiri sudah jadi persoalan," tegasnya.

Dia beranggapan, pembebasan Papua dari NKRI menjadi solusi tepat jika pemerintah pusat tidak dapat menyelesaikan persoalan di negeri Cenderawasih itu. Pasalnya, selain pelanggaran HAM, kesenjangan sosial juga bagian masalah di Papua.

"Kecaman dunia internasional terhadap Indonesia sangat kuat akibat pelanggaran HAM di Papua. Saya setuju Papua merdeka dari pada menahan mereka tetap menjadi bagian Indonesia, tapi tetap miskin dan terus adanya korban berjatuhan," ujarnya.

Namun menurutnya, selain pembebasan Papua, solusi lain yakni dengan adanya komitmen pemerintah untuk membangun Papua dari segi ekonomi maupun politik. Selain itu, menyerahkan pembangunan daerah seutuhnya kepada warga asli juga dinilai jalan keluar yang tepat. "Mereka yang mengerti membangun diri mereka sendiri. Menurut saya biarkan mereka membangun," pungkasnya. 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.