search tickets in here

Frans Ansanaya : Kapolda Papua Segerah Di Copot

JAKARTA - Pengamat Papua, Frans Ansanaya meminta Kapolri, Timur Pradopo, mencopot jabatan Kapolda Papua yang saat ini dijabat Irjen Pol Bigman L Tobing. Pasalnya, penembakan terhadap petinggi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tak luput dari rekayasa.

"Saya baru pulang dari Papua. Saya mendengar dan melihat langsung kondisi disana. Tidak semua yang disampaikan benar," ujar Frans.

Dia menceritakan, saat akan ditembak Mako Tabuni tidak melakukan perlawanan, apalagi ingin merampas senjata api anggota polisi yang akan menangkapnya. Namun diakuinya, sebelum penembakan, Mako menggelar konfrensi pers dan mengumpulkan anggota KNPB untuk melakukan protes terhadap penangkap ketua mereka, Buchtar Tabuni. Penangkapan Buchtar merupakan konsfirasi antara pihak kepolisian dan anggota DPRD Papua. Karena saat ditangkap, Buchtar memenuhi undangan dari anggota DPRD setempat.

"Saya bukan bagian dari KNPB, tapi saya tidak setuju adanya penembakan. Dia tidak melakukan perlawan, dan tidak melakukan ancaman," tegasnya.

Diapun menyambut baik kedatangan Menko Polhukam, Kapolri, & Panglima TNI ke bagian timur Indonesia itu. Dengan kunjungan tersebut, pemerintah pusat dapat mengetahui langsung kondisi Papua sebenarnya. "Mereka wajib turun, karena informasi dari daerah itu tidak sepenuhnya  benar," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mako Tabuni tewas di RS Bhayangkara Polda Papua karena mengalami luka tembak di bagian paha dan pinggul. Dia ditembak petugas kepolisian dalam penyergapan karena melakukan perlawanan, dan berusaha merampas senjata api milik petugas. Mako ditengarai ada dibalik teror penembakan di Jayapura sejak sebulan terakhir.