3 Inisial Yang Masuk Daftar Buron Polisi Indonesia di Papua

3:54:00 AM
Militer Indonesia Di Papua
KRBNews, JAYAPURA – Aparat kepolisian Jayapura terus memburu para pelaku teror Papua termasuk yang menggunakan modus penembakan, pembakaran, maupun pengeroyokan.

Kapolresta Jayapura AKBP Alfred Papare mengatakan,polisi mencatat tiga orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam dua kasus yang berbeda, yakni kasus penembakan warga Jerman dan kasus pembakaran mobil disertai dengan penembakan terhadap supir tersebut. Mereka yang masuk dalam DPO,yakni DW,SK dan AM.Ketiganya diduga terlibat dalam kasus penembakan warga Jerman dan pembakaran mobil di tempat pemakaman umum (TPU) Waena.

Dalam kasus penembakan warga Jerman Dietmer Pieper di pantai Base G Jayapura, polisi berhasil menangkap satu dari tiga pelaku,yakni CW yang saat itu bertugas sebagai supir. Dari pengakuan CW terungkap pelaku penembakan adalah Mako Tabuni yang tewas saat penangkapan oleh polisi dan DW yang hingga kini masih buron. Ketika ditanya apakah para tersangka masih berada di Jayapura atau sudah melarikan diri keluar kota, Alfred memperkirakan para tersangka masih berada di sekitar kota Jayapura. “Kami akan terus mengejar mereka, dan bila mereka semua tertangkap diharapkan dapat mengguak motif para pelaku melancarkan aksi teror,” ujarnya.

Aksi teror terus terjadi di Papua.Terbaru, anggota Detasemen B Polda Papua Briptu Mujahidin menjadi korban penembakan orang tak dikenal saat tengah berjaga di pos Rute Pengamanan Umum (RPU) mil 41,5 areal PT Freeport Indonesia, Timika,Tembagapura, Papua, Sabtu (23/6) sekitar pukul 14.40 WIT. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan, kasus ini masih diselidiki. ”Dilakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,”katanya di Jakarta kemarin.

Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari mengatakan, penyelesaikan gejolak yang terus terjadi di Papua tidak bisa hanya dengan mengandalkan senjata, tetapi juga harus dibarengi dengan pendekatan kesejahteraan bagi rakyat yang tinggal di pulau tersebut. “Penyelesaian gejolak di Papua dengan memberikan kesejahteraan kepada rakyat di pulau tersebut akan sangat besar pengaruhnya,”kata Hajriyanto di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS),kemarin. Dia menjelaskan, perlu langkah-langkah drastis yang perlu dilakukan untuk memberikan kesejahteraan rakyat di Papua baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Jadi untuk menyelesaikan masalah di Papua pemerintah pusat tidak cukup hanya mengucurkan dana otonomi khusus Rp30 triliun,”katanya. “Ya masak dengan penduduk 240 juta Indonesia tidak bisa mensejahteraan satu provinsi yang penduduknya tidak ada lima juta jiwa. Kalau mau ditangani secara bersamasama, rakyat yang tinggal di Papua pasti bisa disejahterakan,” tambah dia. Pada bagian lain, 11 warga Kepulauan Yapen Serui yang terindikasi sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerahkan diri ke Polres Kepulauan Yapen Serui, Minggu (24/6) lalu.

“Polres pernah melakukan razia di lokasi pelatihan dan ditemukan barang bukti,berupa senapan angin rakitan dan barang bukti lainnya. Lalu diimbau agar mereka menyerahkan diri,”ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution. Lokasi pelatihan militer itu di wilayah Wadapi Distrik Anggaisera Kabupaten Yapen Papua. Polisi sempat melakukan operasi penggerebagan terhadap lokasi yang juga merupakan markas itu.

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »