Berita

Trigana Belum Buka Penerbangan ke Mulia

KRBNews, Jayapura - Maskapai penerbangan Trigana belum membuka kembali penerbangan ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, setelah insiden penembakan pada April 2012, yang menewaskan seorang penumpang Trigana, meski pemerintah dan aparat keamanan setempat memberikan jaminan keamanan.

"Pilot dan kru kami masih trauma, masih terbebani dengan peristiwa penembakan tersebut," kata Asisten Manajer Area Trigana Papua, Irwan Rochendi, ketika dihubungi melalui telepon seluler dari Jayapura, Selasa (22/5).

Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan Trigana akan membuka kembali layanan penerbangan ke Mulia. "Saya belum tahu sampai kapan kami buka rute ke Mulia, karena menunggu kondisi psikologis pilot dan kru kami," katanya.

Saat ini, pihaknya telah mengevakuasi pesawat twin otter yang tertembak di Mulia itu dan sedang berusaha memperbaiki kerusakan pesawat tersebut.

"Saat ini pesawat itu telah berada di Sentani dan sedang kami perbaiki," katanya.

Ia mengaku, kerugian pihaknya terkait penembakan pesawat tersebut belum bisa dipastikan.

"Oh saya masih belum tahu, karena masih banyak komponen yang harus diperbaiki akibat penembakan tersebut. Kalau kerugian keseluruhannya, saya harus hitung dulu. Yang jelas 'oportunity' kita hilang nih. Keuntungan kita hilang atau merugi pascapenembakan di Mulia," katanya.

Pihaknya belum bisa menduga-duga terkait berapa besar kerugian yang dialami oleh Trigana selama tidak melayani penerbangan ke Mulia, termasuk kerusakan yang dialami pesawat yang kena temabak tersebut.

"Saya belum bisa menduga-duga. Karena saya belum punya estimasi yang pasti untuk memberikan angka. Yang jelas dari sisi marketing kita sudah rugikan, opportunity kita hilang kan?" katanya.

Namun, katanya, Trigana tetap melayani penerbangan ke sejumlah daerah lainnya di Papua.

Pada 8 April 2012, terjadi penembakan pesawat milik Trigana jenis twin Otter oleh anggota kelompok separatis bersenjata, ketika pesawat tersebut hendak mendarat di lapangan terbang Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Penembakan pesawat tersebut mengakibatkan Leiron Kogoya, seorang wartawan Papua Pos Nabire, grup surat kabar harian (SKH) Pasific Post tertembak mati, sedangkan penumpang, pilot dan kopilot terkena serpihan tembakan.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.